Thursday, April 12, 2007

Harapanku Kepadamu…

Terima kasih atas kebahagiaan yang telah kamu berikan, walaupun hanya sesaat. Aku tak akan pernah melupakan itu semua. Namun aku sadar bahwa kamu tak akan pernah menjadi seseorang yang menemani hidupku. Meskipun hati ini selalu berharap, tapi tiada guna semua itu. Sebab, kamu telah ada yang memiliki. Aku hanya bisa berdoa untuk kebahagiaanmu.

Salam sayangku buatmu….

Kekasih yang tak akan pernah aku miliki….

Posted by opix in 05:47:40 | Permalink | No Comments »

Saturday, April 7, 2007

–Untuk Seseorang yang selalu aku sayangi namun tak akan pernah aku miliki (2)–

Aku terus berpikir, mengapa aku tidak bisa menghilangkan perasaan ini, perasaan sayang, kangen, dan berbagai perasaan lain yang selalu membuatku kalut kalau memikirkannya. Bahkan kalau boleh jujur, perasaan itu terus mengalir dengan derasnya, hampir tak bisa kubendung lagi. Dan, untuk yang kesekian kalinya juga aku tak pernah bisa mengerti kenapa semua itu terjadi?!! Sungguh…
Walaupun sekuat tenaga telah kukerahkan dan sekuat pikiran pula telah aku curahkan buat mengeliminasi perasaan itu kepadamu, namun serangan balik yang terjadi sungguh lebih besar daripada yang aku kerahkan.

Aku seakan tak berdaya dibuatnya. Terombang-ambing, terkoyak, tercabik-cabik seiring kuatnya serangan perasaan itu. Dalam benakku kadang muncul sebuah harapan “ANDAIKAN ADA KESEMPATAN KEDUA”, suatu keberuntungan bagiku, mungkin. Dan, tak ada yang tahu memang.

Sedangkan kenyataan yang aku dan kamu hadapi sungguh sulit. Mungkin lebih sulit lagi bagimu. Itulah yang membuat aku semakin ingin untuk membawamu keluar dari segala kekacauan ini. Tapi hatiku terus bergejolak. Tiada yang dapat kuperbuat dengan situasi yang ada seperti ini.

Sekedar kamu ketahui, seberapa perasaan cinta ini, seberapa besar kasih sayang ini, dan seberapa besar keinginanku buat membebaskanmu dari cengkeraman kabut hitam yang menyelimutimu. Tiap waktu aku selalu memanjatkan doa kepada Sang Pencipta, semoga kamu dan aku dapat dipertemukan lagi pada situasi yang lebih baik. Walaupun aku sadar kemungkinan itu sungguh sangat kecil, bahkan hampir tak mungkin lagi.

Mungkin aku saat ini bisa membohongi dirimu dengan keadaanku yang sekarang. Tapi hati ini tak bisa terus-menerus berbohong, aku ingin mengungkapkan semuanya, mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya, kenyataan yang seolah tidak masuk akal. Namun, kapankah harus kulakukan? Aku tak punya keberanian yang lebih buat melakukan semua itu. Ya Tuhan…Tolonglah hamba-Mu yang penuh dengan kelemahan ini!!!

Satu hal yang terus membuatku semakin tak berdaya menghadapinya. Kenyataan bahwa dirimu semakin dekat dengan waktu yang sebenarnya tak pernah kamu inginkan. Waktu, yang sejak dulu kamu coba untuk lari dan lari darinya. Hingga membuat dirimu semakin lelah dan putus asa dalam tiap kesempatan yang datang.

Waktu itu seolah momok yang sangat menakutkan bagimu. Dan aku pun dapat memahaminya. Siapapun pasti tidak akan bisa menerimanya jika harus menghadapi kenyataan yang ada, seperti yang kamu rasakan saat ini. Sulit, sungguh sulit. Karena itu, semakin aku mendengar keadaanmu yang sekarang, perasaanku semakin kacau juga dibuatnya. Aku sendiri pun tak dapat memahaminya. Kenapa?!!

Sungguh! Aku menginginkan melihatmu bahagia, ceria, tak ada beban yang terus memburu, dan membayangi hidupmu. Aku rela dengan segala hal yang bisa membuatmu menjadi bahagia, biarpun aku harus terluka dengan semua kenyataan ini. Aku ingin melihatmu merasakan kebahagiaan itu, meski untuk yang terkahir kali. Dan pasti harapanku adalah yang terbaik buatmu.
Doaku selalu menyertaimu…Kekasih yang tak akan pernah aku milki…

Posted by opix in 04:27:35 | Permalink | No Comments »

Wednesday, April 4, 2007

–Untuk Seseorang yang selalu aku sayangi namun tak akan pernah aku miliki–

Memang…..Kalau dirunut dari awal mula kita bertemu, semua terasa panjang. Kamu adalah teman masa kecilku, teman sepermainanku, dan teman satu sekolah denganku. Aku tak bisa melupakan semua itu….
Memang….Kamu dan aku hanyalah manusia biasa yang memiliki banyak kelemahan, kita tak bisa memungkiri semua itu. Kelemahan batin, kelemahan emosi, kelemahan sikap dan berbagai kelemahan lain yang tidak akan pernah menjadi sempurna. Itulah kenyataan…

Memang….Kita sejak lama saling mengenal. Dan tanpa tahu siapa yang memulai, tanpa tahu semua itu berasal dari mana, dan tanpa tahu untuk apa. Aku, kamu….Saling berbagi, bercerita, saling menerima kekurangan, dan tidak terasa pula aku akan merasa sangat kehilangan jika kamu tiada, jika kita lama tak saling bertemu, aku merasakan satu kerinduan yang mendalam.
Memang….Perasaan ini muncul tanpa ada yang mengomando, tanpa ada yang memaksa dan memerintah, tapi perasaan ini tulus dari dalam hatiku. Sejak dahulu hingga detik ini perasaan sayang ini tak akan pernah sirna. Walau pun kini tiada lagi kesempatan bagiku untuk mu. Aku sadar…Seratus persen sadar akan semua yang terjadi. Tapi harapan atasmu selalu ku panjatkan kepada-Nya. Mungkin kamu juga mengerti akan semua ini. Tapi, aku tak yakin kamu akan bisa melewatinya.

Memang….Ini semua sudah jalan yang ditentukan oleh-Nya. Tak ada yang tahu akan maksud yang dibawanya. Hanya doa yang dapat kupanjatkan buatmu…Buat kita…

Tapi….Satu yang tak ingin ku dengar darimu, kekecewaan dan keterpaksaan. Aku sungguh sakit jika mendengarnya, aku ingin membawamu keluar dari semua kekacauan ini, tapi apa yang bisa kuperbuat? Sungguh aku tak berdaya dengan keadaan ini. Aku tak bisa membohongi diri ini, kalau perasaan sayang ini tak akan pernah bisa hilang buatmu, meskipun kita tak lagi bersama.

Memang….selama ini aku hanya bisa memendam, memendam, dan memendam perasaan ini. Tapi, sekuat apapun kucoba, aku hanyalah manusia yang penuh kelemahan-kelemahan. Oleh sebab itu, melalui tulisan ini kucoba ungkapkan segala perasaan yang mengganjal dalam tiap relung hatiku.

Buat kamu…Sayang ini, rindu dan cinta ini. Mudah-mudahan semuanya akan menuju pada jalan terbaik…AKU SELALU MENYAYANGIMU….

Posted by opix in 06:04:11 | Permalink | No Comments »