Aku terus berpikir, mengapa aku tidak bisa menghilangkan perasaan ini, perasaan sayang, kangen, dan berbagai perasaan lain yang selalu membuatku kalut kalau memikirkannya. Bahkan kalau boleh jujur, perasaan itu terus mengalir dengan derasnya, hampir tak bisa kubendung lagi. Dan, untuk yang kesekian kalinya juga aku tak pernah bisa mengerti kenapa semua itu terjadi?!! Sungguh…
Walaupun sekuat tenaga telah kukerahkan dan sekuat pikiran pula telah aku curahkan buat mengeliminasi perasaan itu kepadamu, namun serangan balik yang terjadi sungguh lebih besar daripada yang aku kerahkan.
Aku seakan tak berdaya dibuatnya. Terombang-ambing, terkoyak, tercabik-cabik seiring kuatnya serangan perasaan itu. Dalam benakku kadang muncul sebuah harapan “ANDAIKAN ADA KESEMPATAN KEDUA”, suatu keberuntungan bagiku, mungkin. Dan, tak ada yang tahu memang.
Sedangkan kenyataan yang aku dan kamu hadapi sungguh sulit. Mungkin lebih sulit lagi bagimu. Itulah yang membuat aku semakin ingin untuk membawamu keluar dari segala kekacauan ini. Tapi hatiku terus bergejolak. Tiada yang dapat kuperbuat dengan situasi yang ada seperti ini.
Sekedar kamu ketahui, seberapa perasaan cinta ini, seberapa besar kasih sayang ini, dan seberapa besar keinginanku buat membebaskanmu dari cengkeraman kabut hitam yang menyelimutimu. Tiap waktu aku selalu memanjatkan doa kepada Sang Pencipta, semoga kamu dan aku dapat dipertemukan lagi pada situasi yang lebih baik. Walaupun aku sadar kemungkinan itu sungguh sangat kecil, bahkan hampir tak mungkin lagi.
Mungkin aku saat ini bisa membohongi dirimu dengan keadaanku yang sekarang. Tapi hati ini tak bisa terus-menerus berbohong, aku ingin mengungkapkan semuanya, mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya, kenyataan yang seolah tidak masuk akal. Namun, kapankah harus kulakukan? Aku tak punya keberanian yang lebih buat melakukan semua itu. Ya Tuhan…Tolonglah hamba-Mu yang penuh dengan kelemahan ini!!!
Satu hal yang terus membuatku semakin tak berdaya menghadapinya. Kenyataan bahwa dirimu semakin dekat dengan waktu yang sebenarnya tak pernah kamu inginkan. Waktu, yang sejak dulu kamu coba untuk lari dan lari darinya. Hingga membuat dirimu semakin lelah dan putus asa dalam tiap kesempatan yang datang.
Waktu itu seolah momok yang sangat menakutkan bagimu. Dan aku pun dapat memahaminya. Siapapun pasti tidak akan bisa menerimanya jika harus menghadapi kenyataan yang ada, seperti yang kamu rasakan saat ini. Sulit, sungguh sulit. Karena itu, semakin aku mendengar keadaanmu yang sekarang, perasaanku semakin kacau juga dibuatnya. Aku sendiri pun tak dapat memahaminya. Kenapa?!!
Sungguh! Aku menginginkan melihatmu bahagia, ceria, tak ada beban yang terus memburu, dan membayangi hidupmu. Aku rela dengan segala hal yang bisa membuatmu menjadi bahagia, biarpun aku harus terluka dengan semua kenyataan ini. Aku ingin melihatmu merasakan kebahagiaan itu, meski untuk yang terkahir kali. Dan pasti harapanku adalah yang terbaik buatmu.
Doaku selalu menyertaimu…Kekasih yang tak akan pernah aku milki…