<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>opixcrazy.blog.com</title>
	<atom:link href="http://opixcrazy.blog.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://opixcrazy.blog.com</link>
	<description>share experience with me...</description>
	<pubDate>Thu, 12 Apr 2007 12:47:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Harapanku Kepadamu&#8230;</title>
		<link>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/12/harapanku-kepadamu/</link>
		<comments>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/12/harapanku-kepadamu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2007 12:47:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opix</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Love]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p><font size="6">Terima kasih atas kebahagiaan yang telah kamu berikan, walaupun hanya sesaat. Aku tak akan pernah melupakan itu semua. Namun aku sadar bahwa kamu tak akan pernah menjadi seseorang yang menemani hidupku. Meskipun hati ini selalu berharap, tapi tiada guna semua itu. Sebab, kamu telah ada yang memiliki. Aku hanya bisa berdoa untuk kebahagiaanmu.</font></p>
<p style="background-color: #ffff99"><br />
<font size="7"><font color="#FF0000">Salam sayangku buatmu....</font></font></p>
<p><br />
<font size="7"><strong><font color="#FF00FF">Kekasih yang tak akan pernah aku miliki....</font></strong></font></p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><font size="6">Terima kasih atas kebahagiaan yang telah kamu berikan, walaupun hanya sesaat. Aku tak akan pernah melupakan itu semua. Namun aku sadar bahwa kamu tak akan pernah menjadi seseorang yang menemani hidupku. Meskipun hati ini selalu berharap, tapi tiada guna semua itu. Sebab, kamu telah ada yang memiliki. Aku hanya bisa berdoa untuk kebahagiaanmu.</font></p>
<p style="background-color: #ffff99">
<font size="7"><font color="#FF0000">Salam sayangku buatmu&#8230;.</font></font></p>
<p>
<font size="7"><strong><font color="#FF00FF">Kekasih yang tak akan pernah aku miliki&#8230;.</font></strong></font></p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/12/harapanku-kepadamu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Harga Sebuah Kepercayaan</title>
		<link>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/11/harga-sebuah-kepercayaan/</link>
		<comments>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/11/harga-sebuah-kepercayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2007 10:42:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opix</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p>Agak berat juga ya judul yang saya kasih buat catatan kali ini…Tapi sebelumnya ada satu pertanyaan buat kita. Apakah kalau kita diberikan suatu kepercayaan oleh seseorang, kemudian kita menjadi bangga dengannya? Ataukah kalau kita diberikan sebuah kepercayaan kita merasa bahwa itu merupakan suatu beban yang harus dipertanggungjawabkan?</p>
<p><br />
Yang tahu jawabannya adalah diri kita masing-masing. Tapi apapun jawaban kita, keduanya akan memberikan sebuah konsekuensi yang berbeda. Kalau kita bangga dengan kepercayaan yang telah diberikan kepada kita, ada baiknya kita berhati-hati dengan itu semua. Mengapa? Sebab, dengan kebanggaan yang kita rasakan, jika kita tidak mampu mengontrol diri, maka kepercayaan itu akan menjadi bumerang bagi diri kita.</p>
<p><br />
Seseorang yang menganggap kepercayaan itu sebuah kebanggaan, secara tidak sadar menanamkan rasa kesombongan dan keangkuhan dalam dirinya. Sehingga suatu saat pasti pasti akan terjerumus dalam kebanggan itu. Kalau sudah muncul rasa angkuh dan sombong, maka ia akan meremehkan hal-hal kecil yang tidak dianggap penting. Padahal kekokohan suatu bangunan adalah dimulai dari bawah, dari hal-hal terkecil.</p>
<p><br />
Kebanggaan dan keangkuhan itu semakin membuatnya ceroboh dan tidak hati-hati dalam melakukan berbagai tindakan. Tak ayal lagi, kepercayaan yang seharusnya dijunjung tinggi dan dilaksanakan dengan baik malah dibuat main-main dan diremehkan. Dari sini berapa harga kerpercayaan itu?!!</p>
<p><br />
Sedangkan bagi kita yang menganggap sebuah kepercayaan adalah sebuah beban yang harus dipertanggungjawabkan, maka diri kita adalah termasuk orang-orang yang selalu berhati-hati dalam bertindak. Dan orang yang berhati-hati dalam setiap tindakan yang ia lakukan, niscaya akan menjadi orang-orang yang selamat.</p>
<p><br />
Namun demikian, kalau kita mau jujur, sebenarnya dalam setiap kepercayaan yang diberikan kepada kita, pastilah dalam benak dan perasaan kita muncul sebuah kebanggaan. Tapi di sisi lain juga muncul perasaan terbebani dan tanggungjawab kepada pemberi kepercayaan. Dari dua kondisi itu, tinggal bagaimana kita mau menyikapinya dengan arif, cerdas, dan tentunya akan tetap terjaga rasa kepercayaan tersebut.</p>
<p><br />
Kalau kita terbenam dengan rasa bangga yang berlebihan, tunggulah saat-saat kehancuran kita. Tidak akan ada lagi orang yang akan mempercayai kita dalam tiap kesempatan. Sedangkan kalau kita mampu mengendalikan rasa bangga itu dan menjadikannya sebuah beban yang harus dipertanggungjawabkan, kepercayaan orang lain terhadap kita akan terus terpelihara.<br />
Kini hanya kita yang bisa menjawab, <font color="#FF6600"><font size="6">berapa harga sebuah kepercayaan bagi kita?</font></font></p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Agak berat juga ya judul yang saya kasih buat catatan kali ini…Tapi sebelumnya ada satu pertanyaan buat kita. Apakah kalau kita diberikan suatu kepercayaan oleh seseorang, kemudian kita menjadi bangga dengannya? Ataukah kalau kita diberikan sebuah kepercayaan kita merasa bahwa itu merupakan suatu beban yang harus dipertanggungjawabkan?</p>
<p>
Yang tahu jawabannya adalah diri kita masing-masing. Tapi apapun jawaban kita, keduanya akan memberikan sebuah konsekuensi yang berbeda. Kalau kita bangga dengan kepercayaan yang telah diberikan kepada kita, ada baiknya kita berhati-hati dengan itu semua. Mengapa? Sebab, dengan kebanggaan yang kita rasakan, jika kita tidak mampu mengontrol diri, maka kepercayaan itu akan menjadi bumerang bagi diri kita.</p>
<p>
Seseorang yang menganggap kepercayaan itu sebuah kebanggaan, secara tidak sadar menanamkan rasa kesombongan dan keangkuhan dalam dirinya. Sehingga suatu saat pasti pasti akan terjerumus dalam kebanggan itu. Kalau sudah muncul rasa angkuh dan sombong, maka ia akan meremehkan hal-hal kecil yang tidak dianggap penting. Padahal kekokohan suatu bangunan adalah dimulai dari bawah, dari hal-hal terkecil.</p>
<p>
Kebanggaan dan keangkuhan itu semakin membuatnya ceroboh dan tidak hati-hati dalam melakukan berbagai tindakan. Tak ayal lagi, kepercayaan yang seharusnya dijunjung tinggi dan dilaksanakan dengan baik malah dibuat main-main dan diremehkan. Dari sini berapa harga kerpercayaan itu?!!</p>
<p>
Sedangkan bagi kita yang menganggap sebuah kepercayaan adalah sebuah beban yang harus dipertanggungjawabkan, maka diri kita adalah termasuk orang-orang yang selalu berhati-hati dalam bertindak. Dan orang yang berhati-hati dalam setiap tindakan yang ia lakukan, niscaya akan menjadi orang-orang yang selamat.</p>
<p>
Namun demikian, kalau kita mau jujur, sebenarnya dalam setiap kepercayaan yang diberikan kepada kita, pastilah dalam benak dan perasaan kita muncul sebuah kebanggaan. Tapi di sisi lain juga muncul perasaan terbebani dan tanggungjawab kepada pemberi kepercayaan. Dari dua kondisi itu, tinggal bagaimana kita mau menyikapinya dengan arif, cerdas, dan tentunya akan tetap terjaga rasa kepercayaan tersebut.</p>
<p>
Kalau kita terbenam dengan rasa bangga yang berlebihan, tunggulah saat-saat kehancuran kita. Tidak akan ada lagi orang yang akan mempercayai kita dalam tiap kesempatan. Sedangkan kalau kita mampu mengendalikan rasa bangga itu dan menjadikannya sebuah beban yang harus dipertanggungjawabkan, kepercayaan orang lain terhadap kita akan terus terpelihara.<br />
Kini hanya kita yang bisa menjawab, <font color="#FF6600"><font size="6">berapa harga sebuah kepercayaan bagi kita?</font></font></p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/11/harga-sebuah-kepercayaan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Agar Cinta Tidak Berlebihan</title>
		<link>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/11/tips-agar-cinta-tidak-berlebihan/</link>
		<comments>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/11/tips-agar-cinta-tidak-berlebihan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2007 10:33:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opix</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p>&#60;img align="left" src="http://amadeo.blog.com/repository/840367/1898609.jpg /&#62;<br />
Kamu sedang jatuh cinta atau lagi kasmaran sama seseorang?!! Hati-hati dengan perasaan yang satu ini. Memang perasaan cinta adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa, bahkan kata sebagian anak muda, saat-saat ini adalah saat paling indah. Tapi tak jarang pula ia akan menjadi musibah dan menimbulkan kerugian apabila kita tidak menyikapinya dengan bijaksana, apalagi sampai menimbulkan perasaan cinta yang keterlaluan dan berlebihan.</p>
<p><br />
Mungkin dari sedikit catatan saya ini akan bisa mengubah pandangan kamu agar lebih hati-hati dengan perasaan cinta ini. Sehingga kamu tidak sampai terjerumus pada perasaan cinta yang berlebihan, yang bisa membahayakan masa depan kamu.</p>
<p><br />
1.Ingatlah! Bahwa kamu masih muda, masa depan kamu masih panjang. Jadi, alangkah baiknya kalau masa muda ini kamu manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk hal-hal yang dapat menunjang masa depan kamu. Dan, buat kamu para pelajar, pergunakan waktu kamu sebaik mungkin untuk belajar.<br />
2.Perasaan cinta adalah normal dan manusiawi. Kalau kamu dihinggapi perasaan itu, sikapilah dengan wajar. Jangan berlebihan. Sebab sesuatu yang berlebihan akan memberikan efek buruk bagi kamu nantinya.<br />
3.Jangan terlalu menggebu untuk mewujudkan cinta itu. Dahulukan hal-hal yang lebih penting untuk meraih masa depan dan cita-cita kamu.<br />
4.Mintalah nasihat kepada orangtua atau orang yang dapat membantu kamu menuntun ke jalan yang lebih baik mengenai perasaan cinta itu. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada waktu mendatang.<br />
5.Gunakan waktu kamu untuk aktifitas yang positif. Ikut organisasi, ekstrakurikuler di sekolah, atau kursus-kursus misalnya. Dengan aktifitas itu, waktu kamu dapat teralihkan dan tidak tersita untuk memikirkan perasaan cinta itu saja.<br />
6.Saat perasaan itu datang, jangan menghilangkannya. Tapi, buat motivasi positif dari semua itu.<br />
7.Dan yang tak kalah penting, berdoa dan bulatkan tekad untuk menghadapi perasaan itu. Juga sesekali ikut kegiatan kerohanian dan membaca buku-buku agama yang berhubungan dengan perasaan itu agar kamu dapat pencerahan.<br />
<br />
<strong><font color="#FFFF00">SELAMAT MENCOBA…!</font></strong></p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>&lt;img align=&#8221;left&#8221; src=&#8221;http://amadeo.blog.com/repository/840367/1898609.jpg /&gt;<br />
Kamu sedang jatuh cinta atau lagi kasmaran sama seseorang?!! Hati-hati dengan perasaan yang satu ini. Memang perasaan cinta adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa, bahkan kata sebagian anak muda, saat-saat ini adalah saat paling indah. Tapi tak jarang pula ia akan menjadi musibah dan menimbulkan kerugian apabila kita tidak menyikapinya dengan bijaksana, apalagi sampai menimbulkan perasaan cinta yang keterlaluan dan berlebihan.</p>
<p>
Mungkin dari sedikit catatan saya ini akan bisa mengubah pandangan kamu agar lebih hati-hati dengan perasaan cinta ini. Sehingga kamu tidak sampai terjerumus pada perasaan cinta yang berlebihan, yang bisa membahayakan masa depan kamu.</p>
<p>
1.Ingatlah! Bahwa kamu masih muda, masa depan kamu masih panjang. Jadi, alangkah baiknya kalau masa muda ini kamu manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk hal-hal yang dapat menunjang masa depan kamu. Dan, buat kamu para pelajar, pergunakan waktu kamu sebaik mungkin untuk belajar.<br />
2.Perasaan cinta adalah normal dan manusiawi. Kalau kamu dihinggapi perasaan itu, sikapilah dengan wajar. Jangan berlebihan. Sebab sesuatu yang berlebihan akan memberikan efek buruk bagi kamu nantinya.<br />
3.Jangan terlalu menggebu untuk mewujudkan cinta itu. Dahulukan hal-hal yang lebih penting untuk meraih masa depan dan cita-cita kamu.<br />
4.Mintalah nasihat kepada orangtua atau orang yang dapat membantu kamu menuntun ke jalan yang lebih baik mengenai perasaan cinta itu. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada waktu mendatang.<br />
5.Gunakan waktu kamu untuk aktifitas yang positif. Ikut organisasi, ekstrakurikuler di sekolah, atau kursus-kursus misalnya. Dengan aktifitas itu, waktu kamu dapat teralihkan dan tidak tersita untuk memikirkan perasaan cinta itu saja.<br />
6.Saat perasaan itu datang, jangan menghilangkannya. Tapi, buat motivasi positif dari semua itu.<br />
7.Dan yang tak kalah penting, berdoa dan bulatkan tekad untuk menghadapi perasaan itu. Juga sesekali ikut kegiatan kerohanian dan membaca buku-buku agama yang berhubungan dengan perasaan itu agar kamu dapat pencerahan.</p>
<p><strong><font color="#FFFF00">SELAMAT MENCOBA…!</font></strong></p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/11/tips-agar-cinta-tidak-berlebihan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Remaja dan Gender</title>
		<link>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/remaja-dan-gender/</link>
		<comments>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/remaja-dan-gender/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2007 12:01:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opix</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[INFORMASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" align="left"><font color="#9900CC" face="Arial"><b><br /></b></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font face="Arial" size="2">Konsep jender merujuk kepada pembagian peranan dan tanggung jawab sosial antara laki-laki dan perempuan yang mempengaruhi pilihan, kebiasaan dan tingkah laku. Pembagian peranan sosial ini menempatkan laki-laki pada ruang lingkup pekerjaan di luar rumah dan perempuan di lingkup pekerjaan rumah tangga yaitu melahirkan dan membesarkan anak serta melayani keluarga. Jender merupakan variabel sosial ekonomi yang dipengaruhi oleh tingkat sosial, ras, agama, latar belakang ekonomi, dan usia. Oleh karena itu, perspektif jender berkaitan dengan remaja dan pekerjaan meningkatkan kemampuan kita untuk menjelaskan dan membuka bentuk-bentuk ketimpangan kesempatan dan pemenuhan kebutuhan antara remaja perempuan dan laki-laki.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font face="Arial" size="2">Selama masa kanak-kanak dan remaja, identitas dibentuk melalui suatu proses dimana remaja dianggap menerima dan mengidentifikasi peranan melalui perilaku-perilaku yang dicontohkan. Peranan jender menjadi suatu kerangka yang terbentuk melalui identitas dan rancangan kehidupan yang dibangun. Laki-laki dipersiapkan untuk pekerjaan produktif dan perempuan sebagai ibu rumah tangga. Keadaan tersebut sejak dahulu tidak dapat dihindari dan menjadi sesuatu yang layak, yang membuat laki-laki menjadi mandiri secara ekonomi dan memiliki status kewarganegaraan penuh, sedangkan perempuan menjadi bergantung secara ekonomi dan memiliki status kewarganegaraan yang lemah. Oleh karena itu, ada perbedaan yang nyata antara remaja perempuan dan remaja laki-laki. Pada kenyataannya, kegiatan reproduksi, membesarkan anak, dan pekerjaan rumah tangga yang dianggap sebagai tanggung jawab perempuan, menjadi hambatan terbesar yang harus dihadapi perempuan untuk mencapai kesempatan yang setara. Dampak dari atribut peranan ini, menyebabkan ketidaksetaraan akses dan kontrol sumber daya, yang berpengaruh negatif terhadap penghargaan dan kepercayaan diri perempuan, yang pada akhirnya menyebabkan rendahnya status social dan pekerjaan mereka. Rantai sebab akibat<span>&#160;</span> ini membuat perempuan menjadi rentan akan kekerasasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga. Hal tersebut juga mempengaruhi ketimpangan pemenuhan kebutuhan rumah tangga.</font></p>
<p class="MsoBodyText"><font face="Arial" size="2">Oleh karenanya perspektif jender sangat penting untuk pemahaman yang lebih baik berkaitan dengan remaja dan tenaga kerja. Peranan antara laki-laki dan perempuan yang telah terdefinisi sejak masa kanak-kanak, menjadi dinding pemisah bagi identitas laki-laki dan perempuan.<span>&#160;</span> Karena filosofi dasar ini sangat tertanam dalam keyakinan perempuan, yaitu bagaimana peranan yang harus dijalankan oleh laki-laki dan perempuan, nilai-nilai kegiatan mereka, dan bagaimana hubungan mereka dengan orang tua dan suami, membuat hal tersebut diterapkan pula dalam lingkungan pekerjaan, yang menjadi dasar disusunnya pembagian jenis pekerjaan berdasarkan jenis kelamin. (Raihana)</font></p>
<p class="MsoBodyText"><font color="#FF9900" face="Arial" size="1"><b>sumber: http://www.cinterfor.org.uy/public/english/region/ampro/cinterfor/temas/gender/index.htm</b></font></p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p class="MsoNormal" align="left"><font color="#9900CC" face="Arial"><b><br /></b></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font face="Arial" size="2">Konsep jender merujuk kepada pembagian peranan dan tanggung jawab sosial antara laki-laki dan perempuan yang mempengaruhi pilihan, kebiasaan dan tingkah laku. Pembagian peranan sosial ini menempatkan laki-laki pada ruang lingkup pekerjaan di luar rumah dan perempuan di lingkup pekerjaan rumah tangga yaitu melahirkan dan membesarkan anak serta melayani keluarga. Jender merupakan variabel sosial ekonomi yang dipengaruhi oleh tingkat sosial, ras, agama, latar belakang ekonomi, dan usia. Oleh karena itu, perspektif jender berkaitan dengan remaja dan pekerjaan meningkatkan kemampuan kita untuk menjelaskan dan membuka bentuk-bentuk ketimpangan kesempatan dan pemenuhan kebutuhan antara remaja perempuan dan laki-laki.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><font face="Arial" size="2">Selama masa kanak-kanak dan remaja, identitas dibentuk melalui suatu proses dimana remaja dianggap menerima dan mengidentifikasi peranan melalui perilaku-perilaku yang dicontohkan. Peranan jender menjadi suatu kerangka yang terbentuk melalui identitas dan rancangan kehidupan yang dibangun. Laki-laki dipersiapkan untuk pekerjaan produktif dan perempuan sebagai ibu rumah tangga. Keadaan tersebut sejak dahulu tidak dapat dihindari dan menjadi sesuatu yang layak, yang membuat laki-laki menjadi mandiri secara ekonomi dan memiliki status kewarganegaraan penuh, sedangkan perempuan menjadi bergantung secara ekonomi dan memiliki status kewarganegaraan yang lemah. Oleh karena itu, ada perbedaan yang nyata antara remaja perempuan dan remaja laki-laki. Pada kenyataannya, kegiatan reproduksi, membesarkan anak, dan pekerjaan rumah tangga yang dianggap sebagai tanggung jawab perempuan, menjadi hambatan terbesar yang harus dihadapi perempuan untuk mencapai kesempatan yang setara. Dampak dari atribut peranan ini, menyebabkan ketidaksetaraan akses dan kontrol sumber daya, yang berpengaruh negatif terhadap penghargaan dan kepercayaan diri perempuan, yang pada akhirnya menyebabkan rendahnya status social dan pekerjaan mereka. Rantai sebab akibat<span>&#160;</span> ini membuat perempuan menjadi rentan akan kekerasasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga. Hal tersebut juga mempengaruhi ketimpangan pemenuhan kebutuhan rumah tangga.</font></p>
<p class="MsoBodyText"><font face="Arial" size="2">Oleh karenanya perspektif jender sangat penting untuk pemahaman yang lebih baik berkaitan dengan remaja dan tenaga kerja. Peranan antara laki-laki dan perempuan yang telah terdefinisi sejak masa kanak-kanak, menjadi dinding pemisah bagi identitas laki-laki dan perempuan.<span>&#160;</span> Karena filosofi dasar ini sangat tertanam dalam keyakinan perempuan, yaitu bagaimana peranan yang harus dijalankan oleh laki-laki dan perempuan, nilai-nilai kegiatan mereka, dan bagaimana hubungan mereka dengan orang tua dan suami, membuat hal tersebut diterapkan pula dalam lingkungan pekerjaan, yang menjadi dasar disusunnya pembagian jenis pekerjaan berdasarkan jenis kelamin. (Raihana)</font></p>
<p class="MsoBodyText"><font color="#FF9900" face="Arial" size="1"><b>sumber: http://www.cinterfor.org.uy/public/english/region/ampro/cinterfor/temas/gender/index.htm</b></font></p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/remaja-dan-gender/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Narkoba dan Disfungsi Seksual</title>
		<link>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/narkoba-dan-disfungsi-seksual/</link>
		<comments>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/narkoba-dan-disfungsi-seksual/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2007 11:58:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opix</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[INFORMASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p><font color="#FF0000" face="Arial" size="2"><b>Oleh: Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Sp. And, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi</b></font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Sejak beberapa tahun terakhir ini, penyalahgunaan narkoba semakin luas di kalangan masyarakat kita, baik kalangan muda maupun orangtua. Memang ironis karena kenyataan ini terjadi di sebuah negara yang sedang terpuruk dalam berbagai sektor kehidupan kemasyarakatannya.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Kalau tidak segera dilakukan tindakan yang tegas dengan didasari tanggung jawab moral yang tinggi terhadap para pengedarnya, maka kita akan menyaksikan akibatnya. Dapat dipastikan jutaan warga masyarakat akan menjadi warganegara yang tak punya arti apa-apa lagi karena mengalami akibat buruk narkoba.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Banyak alasan mengapa sebagian warga masyarakat menggunakan bahan terlarang dan berbahaya itu, lalu tidak mampu melepaskan diri lagi. Beberapa alasan antara lain, menganggap sebagai suatu gaya hidup, dibujuk orang lain agar merasakan manfaatnya, dibujuk agar menjadi tergantung dan terus membeli, sebagai pelarian dari suatu masalah, dan mungkin masih banyak alasan lain.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Tetapi di antara berbagai alasan itu, salah satu alasan yang dihubungkan dengan manfaat ialah pengaruhnya yang dianggap dapat meningkatkan fungsi seksual. Karena itu dapat dijumpai pasangan remaja atau pasangan dewasa yang menggunakan narkoba, bahkan sejumlah pasangan terlibat dalam pesta seks. Padahal tidak benar narkoba dapat meningkatkan fungsi seksual. Justru sebaliknya, narkoba dapat menimbulkan akibat buruk terhadap fungsi seksual dan organ tubuh yang lain, bahkan dapat menimbulkan kematian.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Apa saja jenis narkoba?</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Pada dasarnya narkoba digolongkan dalam 4 kelompok, yaitu: 1). Narkotika, terutama opiat atau candu, 2). Halusinogenik, misalnya ganja atau marijuana, 3). Stimulan, misalnya ecstasy dan shabu-shabu, 4). Depresan, misalnya obat penenang.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Masing-masing kelompok mempunyai pengaruh tersendiri terhadap tubuh dan jiwa penggunanya. Opiat, yang menghasilkan heroin atau “putauw” menimbulkan perasaan seperti melayang dan perasaan enak atau senang luar biasa, yang disebut euforia. Tetapi ketergantungannya sangat tinggi dan dapat menyebabkan kematian.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Marijuana atau ganja, yang termasuk kelompok halusinogenik, mengakibatkan timbulnya halusinasi sehingga pengguna tampak senang berkhayal. Tetapi sekitar 40-60 persen pengguna justru melaporkan berbagai efek samping yang tidak menyenangkan, misalnya muntah, sakit kepala, koordinasi yang lambat, tremor, otot terasa lemah, bingung, cemas, ingin bunuh diri, dan beberapa akibat lainnya.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Bahan yang tergolong stimulan menimbulkan pengaruh yang bersifat merangsang sistem syaraf pusat sehingga menimbulkan rangsangan secara fisik dan psikis. Ecstasy, yang tergolong stimulan, menyebabkan pengguna merasa terus bersemangat tinggi, selalu gembira, ingin bergerak terus, sampai tidak ingin tidur dan makan. Akibatnya dapat sampai menimbulkan kematian.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Sebaliknya bahan yang tergolong depresan menimbulkan pengaruh yang bersifat menenangkan. Depresan atau yang biasa disebut obat penenang, dibuat secara ilmiah di laboratorium. Berdasarkan indikasi yang benar, obat ini banyak digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Dengan obat ini, orang yang merasa gelisah atau cemas misalnya, dapat menjadi tenang. Tetapi bila obat penenang digunakan tidak sesuai dengan indikasi dan petunjuk dokter, apalagi digunakan dalam dosis yang berlebihan, justru dapat menimbulkan akibat buruk lainnya.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Apa akibat penyalahgunaan narkoba?</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Pada dasarnya akibat penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi akibat fisik dan psikis. Akibat yang terjadi tentu tergantung kepada jenis narkoba yang digunakan, cara penggunaan, dan lama penggunaan.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Beberapa akibat fisik ialah kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, paru-paru, dan penularan HIV/AIDS melalui penggunaan jarum suntik bergantian. Sebagai contoh, sekitar 70 persen pengguna narkoba suntikan di Cina tertular HIV/ AIDS. Di Indonesia, sejak beberapa tahun terakhir ini jumlah kasus HIV/AIDS yang tertular melalui penggunaan jarum suntik di kalangan pengguna narkotik tampak meningkat tajam. Akibat lain juga timbul sebagai komplikasi cara penggunaan narkoba melalui suntikan, misalnya infeksi pembuluh darah dan penyumbatan pembuluh darah.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Di samping akibat tersebut di atas, terjadi juga pengaruh terhadap irama hidup yang menjadi kacau seperti tidur, makan, minum, mandi, dan kebersihan lainnya. Lebih lanjut, kekacauan irama hidup memudahkan timbulnya berbagai penyakit.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Akibat psikis yang mungkin terjadi ialah sikap yang apatis, euforia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku, sampai mengalami sakit jiwa.<br />
Akibat fisik dan psikis tersebut dapat menimbulkan akibat lebih jauh yang mungkin mengganggu hubungan sosial dengan orang lain. Bahkan acapkali pula merugikan orang lain. Sebagai contoh, perkelahian dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena pelaku tidak berada dalam keadaan normal, baik fisik maupun psikis.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Benarkah narkoba dapat meningkatkan fungsi seksual?</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Tidak benar narkoba dapat meningkatkan fungsi seksual. Melihat pengaruh yang ditimbulkan oleh semua jenis narkoba, baik secara fisik maupun psikis, sebenarnya tidak ada pengaruh yang positif terhadap fungsi seksual. Sebaliknya, justru pengaruh negatif yang dapat terjadi.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Tetapi sayang banyak warga masyarakat yang telah tertipu oleh informasi salah, yang sangat mungkin sengaja disebarkan oleh para pedagang narkoba. Informasi salah bahwa narkoba dapat meningkatkan gairah seksual dan dapat memperkuat kemampuan seksual merupakan informasi yang telah menyesatkan banyak orang.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Banyak orang yang percaya dengan informasi itu, lalu menggunakan narkoba dan akhirnya tidak dapat melepaskan diri. Bukan manfaat terhadap fungsi seksual yang didapat, melainkan berbagai akibat buruk, bahkan kematian.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Bagaimana pengaruh narkoba terhadap fungsi seksual dan reproduksi?</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Gangguan fungsi seksual dan reproduksi yang terjadi, tergantung pada jenis narkoba yang digunakan dan jangka waktu menggunakan bahan yang berbahaya itu. Benikut akan diuraikan pengaruh beberapa jenis narkoba terhadap fungsi seksual dan reproduksi.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Heroin</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Walaupun menimbulkan euforia, tidak berarti heroin memberikan pengaruh positif bagi fungsi seksual dan reproduksi. Heroin justru menimbulkan pengaruh buruk bagi fungsi seksual. Pada pria terjadi penurunan kadar hormon testosteron, menurunnya dorongan seksual, disfungsi ereksi, dan hambatan ejakulasi. Pada wanita, beberapa pengaruh buruk terjadi juga pada fungsi seksual dan reproduksi, yaitu menurunnya dorongan seksual, kegagalan orgasme, terhambatnya menstruasi, gangguan kesuburan, mengecilnya payudara, dan keluarnya cairan dari payudara. Masalah seksual tersebut muncul karena pengaruh heroin yang menghambat fungsi hormon seks, baik pada pria maupun wanita.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Marijuana</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Selain menimbulkan pengaruh halusinasi, marijuana juga menimbulkan akibat buruk bagi fungsi seksual. Bahan yang diisap seperti rokok ini memiliki kandungan tar yang jauh lebih tinggi daripada rokok. Berbagai akibat pada fungsi seksual dan reproduksi dapat terjadi karena penggunaan marijuana. Beberapa akibat pada pria ialah mengecilnya ukuran testis (buah pelir) dan menurunnya kadar hormon testosteron. Lebih lanjut mengakibatkan pembesaran payudara pria, dorongan seksual menurun, disfungsi ereksi, dan gangguan sperma. Pada wanita terjadi gangguan sel telur, hambatan menjadi hamil, dan terhambatnya proses kelahiran, di samping dorongan seksual yang menurun.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Ecstasy</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Karena bersifat stimulan, maka ecstasy menyebabkan pengguna merasa terus bersemangat tinggi, selalu gembira, dan ingin bergerak terus. Tetapi walaupun memberikan pengaruh yang bersifat merangsang, tidak berarti ecstasy menimbulkan pengaruh yang positif bagi fungsi seksual. Ecstasy meningkatkan pelepasan neurotransmitter dopamine di dalam otak. Dopamine merupakan neurotransmitter yang bersifat merangsang, termasuk terhadap perilaku seksual. Maka peningkatan dopamine sebagai akibat pengaruh ecstasy dapat menyebabkan hilangnya kemampuan untuk mengontrol perilaku seksual.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Pengguna ecstasy menjadi berani, tanpa kontrol, melakukan hubungan seksual tanpa memikirkan risiko yang mungkin terjadi. Bahkan pengguna ecstasy mungkin dapat melakukan suatu aktivitas seksual yang tidak mungkin dilakukan dalam keadaan normal. Perilaku seksual tanpa kontrol ini tentu sangat berisiko tinggi, antara lain bagi penularan Penyakit Menular Seksual, seperti HIV/AIDS. Bila digunakan oleh wanita hamil, ecstasy dapat meningkatkan risiko cacat pada bayi sampai tujuh kali lebih besar daripada bila tidak menggunakan.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Depresan</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Depresan atau obat penenang yang digunakan berlebihan juga dapat menimbulkan akibat buruk bagi fungsi seksual, baik pada pria maupun Wanita. Sebagai contoh penyalahgunaan barbiturat yang dapat mengganggu metabolisme hormon testosteron dan estrogen. Maka pada wanita, penyalahgunaan barbiturat dapat mengakibatkan gangguan menstruasi dan menurunnya dorongan seksual. Lebih jauh keadaan ini berakibat hambatan dalam mencapai orgasme. Pada pria, penyalahgunaan barbiturat dapat mengakibatkan penurunan dorongan seksual dan disfungsi ereksi. Kalau akibat ini timbul, justru bukan ketenangan yang didapat, melainkan menjadi semakin gelisah dan kecewa.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Mengapa sebagian pengguna narkoba mengaku fungsi seksualnya lebih baik?</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Kalau ada sebagian pengguna narkoba yang mengaku fungsi seksualnya lebih baik, sebenarnya itu adalah pengakuan yang palsu tetapi tidak disadari. Perasaan bahwa fungsi seksualnya lebih baik, terutama justru disebabkan oleh pengaruh negatif narkoba.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Sebagai contoh, karena menggunakan ecstasy mereka merasa lebih segar dan bergembira sehingga merasa fungsi seksualnya juga lebih baik. Pengguna ecstasy menjadi lebih berani karena kehilangan kontrol sehingga tidak takut melakukan hubungan seksual, termasuk hubungan seksual yang berisiko tinggi.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Pengguna depresan atau obat penenang merasa lebih tenang sehingga lebih berani melakukan hubungan seksual, bahkan dengan siapa saja. Karena itu mereka beranggapan fungsi seksualnya lebih baik setelah menggunakan depresan. Jadi pengakuan mereka sebenarnya adalah pengakuan palsu yang tidak mereka ketahui. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah proses gangguan fungsi seksual dan reproduksi. Di samping itu, tentu mereka akan mengalami ketergantungan terhadap narkoba dengan segala akibat buruknya, sampai pada kematian.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b><font color="#FF6600" face="Arial" size="1">sumber:</font></b></font> <b><font color="#FF6600" face="Arial" size="1">Kompas Cyber Media</font></b></p>
<p>&#160;</p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><font color="#FF0000" face="Arial" size="2"><b>Oleh: Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Sp. And, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi</b></font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Sejak beberapa tahun terakhir ini, penyalahgunaan narkoba semakin luas di kalangan masyarakat kita, baik kalangan muda maupun orangtua. Memang ironis karena kenyataan ini terjadi di sebuah negara yang sedang terpuruk dalam berbagai sektor kehidupan kemasyarakatannya.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Kalau tidak segera dilakukan tindakan yang tegas dengan didasari tanggung jawab moral yang tinggi terhadap para pengedarnya, maka kita akan menyaksikan akibatnya. Dapat dipastikan jutaan warga masyarakat akan menjadi warganegara yang tak punya arti apa-apa lagi karena mengalami akibat buruk narkoba.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Banyak alasan mengapa sebagian warga masyarakat menggunakan bahan terlarang dan berbahaya itu, lalu tidak mampu melepaskan diri lagi. Beberapa alasan antara lain, menganggap sebagai suatu gaya hidup, dibujuk orang lain agar merasakan manfaatnya, dibujuk agar menjadi tergantung dan terus membeli, sebagai pelarian dari suatu masalah, dan mungkin masih banyak alasan lain.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Tetapi di antara berbagai alasan itu, salah satu alasan yang dihubungkan dengan manfaat ialah pengaruhnya yang dianggap dapat meningkatkan fungsi seksual. Karena itu dapat dijumpai pasangan remaja atau pasangan dewasa yang menggunakan narkoba, bahkan sejumlah pasangan terlibat dalam pesta seks. Padahal tidak benar narkoba dapat meningkatkan fungsi seksual. Justru sebaliknya, narkoba dapat menimbulkan akibat buruk terhadap fungsi seksual dan organ tubuh yang lain, bahkan dapat menimbulkan kematian.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Apa saja jenis narkoba?</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Pada dasarnya narkoba digolongkan dalam 4 kelompok, yaitu: 1). Narkotika, terutama opiat atau candu, 2). Halusinogenik, misalnya ganja atau marijuana, 3). Stimulan, misalnya ecstasy dan shabu-shabu, 4). Depresan, misalnya obat penenang.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Masing-masing kelompok mempunyai pengaruh tersendiri terhadap tubuh dan jiwa penggunanya. Opiat, yang menghasilkan heroin atau “putauw” menimbulkan perasaan seperti melayang dan perasaan enak atau senang luar biasa, yang disebut euforia. Tetapi ketergantungannya sangat tinggi dan dapat menyebabkan kematian.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Marijuana atau ganja, yang termasuk kelompok halusinogenik, mengakibatkan timbulnya halusinasi sehingga pengguna tampak senang berkhayal. Tetapi sekitar 40-60 persen pengguna justru melaporkan berbagai efek samping yang tidak menyenangkan, misalnya muntah, sakit kepala, koordinasi yang lambat, tremor, otot terasa lemah, bingung, cemas, ingin bunuh diri, dan beberapa akibat lainnya.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Bahan yang tergolong stimulan menimbulkan pengaruh yang bersifat merangsang sistem syaraf pusat sehingga menimbulkan rangsangan secara fisik dan psikis. Ecstasy, yang tergolong stimulan, menyebabkan pengguna merasa terus bersemangat tinggi, selalu gembira, ingin bergerak terus, sampai tidak ingin tidur dan makan. Akibatnya dapat sampai menimbulkan kematian.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Sebaliknya bahan yang tergolong depresan menimbulkan pengaruh yang bersifat menenangkan. Depresan atau yang biasa disebut obat penenang, dibuat secara ilmiah di laboratorium. Berdasarkan indikasi yang benar, obat ini banyak digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Dengan obat ini, orang yang merasa gelisah atau cemas misalnya, dapat menjadi tenang. Tetapi bila obat penenang digunakan tidak sesuai dengan indikasi dan petunjuk dokter, apalagi digunakan dalam dosis yang berlebihan, justru dapat menimbulkan akibat buruk lainnya.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Apa akibat penyalahgunaan narkoba?</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Pada dasarnya akibat penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi akibat fisik dan psikis. Akibat yang terjadi tentu tergantung kepada jenis narkoba yang digunakan, cara penggunaan, dan lama penggunaan.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Beberapa akibat fisik ialah kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, paru-paru, dan penularan HIV/AIDS melalui penggunaan jarum suntik bergantian. Sebagai contoh, sekitar 70 persen pengguna narkoba suntikan di Cina tertular HIV/ AIDS. Di Indonesia, sejak beberapa tahun terakhir ini jumlah kasus HIV/AIDS yang tertular melalui penggunaan jarum suntik di kalangan pengguna narkotik tampak meningkat tajam. Akibat lain juga timbul sebagai komplikasi cara penggunaan narkoba melalui suntikan, misalnya infeksi pembuluh darah dan penyumbatan pembuluh darah.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Di samping akibat tersebut di atas, terjadi juga pengaruh terhadap irama hidup yang menjadi kacau seperti tidur, makan, minum, mandi, dan kebersihan lainnya. Lebih lanjut, kekacauan irama hidup memudahkan timbulnya berbagai penyakit.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Akibat psikis yang mungkin terjadi ialah sikap yang apatis, euforia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku, sampai mengalami sakit jiwa.<br />
Akibat fisik dan psikis tersebut dapat menimbulkan akibat lebih jauh yang mungkin mengganggu hubungan sosial dengan orang lain. Bahkan acapkali pula merugikan orang lain. Sebagai contoh, perkelahian dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena pelaku tidak berada dalam keadaan normal, baik fisik maupun psikis.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Benarkah narkoba dapat meningkatkan fungsi seksual?</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Tidak benar narkoba dapat meningkatkan fungsi seksual. Melihat pengaruh yang ditimbulkan oleh semua jenis narkoba, baik secara fisik maupun psikis, sebenarnya tidak ada pengaruh yang positif terhadap fungsi seksual. Sebaliknya, justru pengaruh negatif yang dapat terjadi.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Tetapi sayang banyak warga masyarakat yang telah tertipu oleh informasi salah, yang sangat mungkin sengaja disebarkan oleh para pedagang narkoba. Informasi salah bahwa narkoba dapat meningkatkan gairah seksual dan dapat memperkuat kemampuan seksual merupakan informasi yang telah menyesatkan banyak orang.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Banyak orang yang percaya dengan informasi itu, lalu menggunakan narkoba dan akhirnya tidak dapat melepaskan diri. Bukan manfaat terhadap fungsi seksual yang didapat, melainkan berbagai akibat buruk, bahkan kematian.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Bagaimana pengaruh narkoba terhadap fungsi seksual dan reproduksi?</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Gangguan fungsi seksual dan reproduksi yang terjadi, tergantung pada jenis narkoba yang digunakan dan jangka waktu menggunakan bahan yang berbahaya itu. Benikut akan diuraikan pengaruh beberapa jenis narkoba terhadap fungsi seksual dan reproduksi.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Heroin</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Walaupun menimbulkan euforia, tidak berarti heroin memberikan pengaruh positif bagi fungsi seksual dan reproduksi. Heroin justru menimbulkan pengaruh buruk bagi fungsi seksual. Pada pria terjadi penurunan kadar hormon testosteron, menurunnya dorongan seksual, disfungsi ereksi, dan hambatan ejakulasi. Pada wanita, beberapa pengaruh buruk terjadi juga pada fungsi seksual dan reproduksi, yaitu menurunnya dorongan seksual, kegagalan orgasme, terhambatnya menstruasi, gangguan kesuburan, mengecilnya payudara, dan keluarnya cairan dari payudara. Masalah seksual tersebut muncul karena pengaruh heroin yang menghambat fungsi hormon seks, baik pada pria maupun wanita.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Marijuana</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Selain menimbulkan pengaruh halusinasi, marijuana juga menimbulkan akibat buruk bagi fungsi seksual. Bahan yang diisap seperti rokok ini memiliki kandungan tar yang jauh lebih tinggi daripada rokok. Berbagai akibat pada fungsi seksual dan reproduksi dapat terjadi karena penggunaan marijuana. Beberapa akibat pada pria ialah mengecilnya ukuran testis (buah pelir) dan menurunnya kadar hormon testosteron. Lebih lanjut mengakibatkan pembesaran payudara pria, dorongan seksual menurun, disfungsi ereksi, dan gangguan sperma. Pada wanita terjadi gangguan sel telur, hambatan menjadi hamil, dan terhambatnya proses kelahiran, di samping dorongan seksual yang menurun.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Ecstasy</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Karena bersifat stimulan, maka ecstasy menyebabkan pengguna merasa terus bersemangat tinggi, selalu gembira, dan ingin bergerak terus. Tetapi walaupun memberikan pengaruh yang bersifat merangsang, tidak berarti ecstasy menimbulkan pengaruh yang positif bagi fungsi seksual. Ecstasy meningkatkan pelepasan neurotransmitter dopamine di dalam otak. Dopamine merupakan neurotransmitter yang bersifat merangsang, termasuk terhadap perilaku seksual. Maka peningkatan dopamine sebagai akibat pengaruh ecstasy dapat menyebabkan hilangnya kemampuan untuk mengontrol perilaku seksual.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Pengguna ecstasy menjadi berani, tanpa kontrol, melakukan hubungan seksual tanpa memikirkan risiko yang mungkin terjadi. Bahkan pengguna ecstasy mungkin dapat melakukan suatu aktivitas seksual yang tidak mungkin dilakukan dalam keadaan normal. Perilaku seksual tanpa kontrol ini tentu sangat berisiko tinggi, antara lain bagi penularan Penyakit Menular Seksual, seperti HIV/AIDS. Bila digunakan oleh wanita hamil, ecstasy dapat meningkatkan risiko cacat pada bayi sampai tujuh kali lebih besar daripada bila tidak menggunakan.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Depresan</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Depresan atau obat penenang yang digunakan berlebihan juga dapat menimbulkan akibat buruk bagi fungsi seksual, baik pada pria maupun Wanita. Sebagai contoh penyalahgunaan barbiturat yang dapat mengganggu metabolisme hormon testosteron dan estrogen. Maka pada wanita, penyalahgunaan barbiturat dapat mengakibatkan gangguan menstruasi dan menurunnya dorongan seksual. Lebih jauh keadaan ini berakibat hambatan dalam mencapai orgasme. Pada pria, penyalahgunaan barbiturat dapat mengakibatkan penurunan dorongan seksual dan disfungsi ereksi. Kalau akibat ini timbul, justru bukan ketenangan yang didapat, melainkan menjadi semakin gelisah dan kecewa.</font></p>
<p><b><u><font face="Arial" size="2">Mengapa sebagian pengguna narkoba mengaku fungsi seksualnya lebih baik?</font></u></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">Kalau ada sebagian pengguna narkoba yang mengaku fungsi seksualnya lebih baik, sebenarnya itu adalah pengakuan yang palsu tetapi tidak disadari. Perasaan bahwa fungsi seksualnya lebih baik, terutama justru disebabkan oleh pengaruh negatif narkoba.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Sebagai contoh, karena menggunakan ecstasy mereka merasa lebih segar dan bergembira sehingga merasa fungsi seksualnya juga lebih baik. Pengguna ecstasy menjadi lebih berani karena kehilangan kontrol sehingga tidak takut melakukan hubungan seksual, termasuk hubungan seksual yang berisiko tinggi.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Pengguna depresan atau obat penenang merasa lebih tenang sehingga lebih berani melakukan hubungan seksual, bahkan dengan siapa saja. Karena itu mereka beranggapan fungsi seksualnya lebih baik setelah menggunakan depresan. Jadi pengakuan mereka sebenarnya adalah pengakuan palsu yang tidak mereka ketahui. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah proses gangguan fungsi seksual dan reproduksi. Di samping itu, tentu mereka akan mengalami ketergantungan terhadap narkoba dengan segala akibat buruknya, sampai pada kematian.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b><font color="#FF6600" face="Arial" size="1">sumber:</font></b></font> <b><font color="#FF6600" face="Arial" size="1">Kompas Cyber Media</font></b></p>
<p>&#160;</p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/narkoba-dan-disfungsi-seksual/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kehidupan Sarat Kekerasan di Kampus IPDN</title>
		<link>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/kehidupan-sarat-kekerasan-di-kampus-ipdn/</link>
		<comments>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/kehidupan-sarat-kekerasan-di-kampus-ipdn/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2007 11:55:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opix</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p><font face="Arial" size="2">Puas Pukuli Junior, Praja Senior Nyanyi Bersama<br />
Cliff Muntu adalah praja ke-37 yang tewas karena kekerasan di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang. Mengapa budaya kekerasan sulit hilang di lembaga pendidik calon camat itu?<br />
<br />
YUGI PRASETYO, Sumedang<br />
<br />
Ketika Wahyu Hidayat tewas pada 2003, banyak yang percaya dia adalah korban terakhir di IPDN. Saat itu, IPDN masih bernama Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN). Setelah kasus kematian praja asal Jawa Barat itu, para praja semua tingkat dikumpulkan untuk mengucapkan ikrar. "Kami berjanji meninggalkan segala bentuk kekerasan…." Begitu sebagian isi ikrar para praja.<br />
<br />
Namun, janji tinggallah janji. Ikrar pun hanyalah torehan tinta hitam di atas kertas yang bisa luntur. Cliff Muntu, praja asal Manado, juga tewas karena dianiaya para seniornya. Delapan orang praja ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dipecat dari IPDN. Meski begitu, tetap saja muncul pertanyaan, siapa bisa menjamin Cliff Muntu adalah korban terakhir?<br />
<br />
Wartawan Radar Bandung (Grup Jawa Pos) menelusuri kehidupan di dalam kampus IPDN. Kompleks kampus itu sangat tertutup bagi kehadiran orang luar, apalagi para wartawan. Kalaupun ada acara resmi dan mengundang media, akses media dibatasi hanya sampai ke ruang rektorat. Apalagi setelah ada kasus kematian Cliff Muntu, wartawan dilarang masuk sama sekali ke lingkungan IPDN.<br />
<br />
Untung, ada kesempatan bagi pekerja media menginjakkan kaki ke IPDN pada Jumat (6/4) lalu. Saat itu, Sekjen Departemen Dalam Negeri Progo Nurdjaman sidak ke dalam kampus. Bersama rombongan dari Depdagri, wartawan berkesempatan melihat aktivitas praja di dalam kampus.<br />
<br />
Tentu, secara kasat mata, tidak tampak kegiatan yang berbau kekerasan. Ada kelompok praja yang sedang berbaris rapi. Ada juga yang sedang bermain bola basket. Saat melihat rombongan Sekjen Depdagri, beberapa praja yang kebetulan berpapasan langsung memberikan hormat. Sayang, ketika rombongan memasuki barak para praja, wartawan diminta menunggu di luar.<br />
<br />
Sejumlah wartawan memilih menunggu rombongan Sekjen Depdagri di kantin kampus. Mereka ikut nimbrung dengan sejumlah praja yang kebetulan rehat usai berolahraga. "Biasa Mas, sarapan habis olahraga," kata seorang praja tingkat dua ramah.<br />
<br />
Namun, keramahan itu sontak berubah masam ketika wartawan menanyakan kasus kematian Cliff Muntu. "Maaf, kami sepakat tidak boleh membicarakan itu," kata praja tadi seraya pergi meninggalkan kantin.<br />
<br />
Lukman (nama samaran), seorang mantan praja, menceritakan kultur kekerasan di IPDN. Biasanya, kekerasan dilakukan oleh praja tingkat tiga (nindya praja) kepada praja tingkat dua (madya praja). Aksi kekerasan dilakukan malam hari ketika pengawasan mulai longgar.<br />
<br />
Beberapa praja senior mendatangi barak junior. Selalu ada alasan untuk melakukan tindak kekerasan. "Masak praja wanita yang bersalah, kami praja laki-laki menjadi sasarannya," ujar Lukman kepada Radar Bandung.<br />
<br />
Saat memasuki barak, praja senior itu langsung memanggil beberapa praja yang menjadi targetnya. Setelah itu, mereka dibawa ke lorong dan dijajarkan dalam satu baris. Sebelum melakukan aksinya, para praja senior selalu melakukan dialog dengan praja juniornya.<br />
<br />
"Maaf ya Dik, kita pun sama waktu dulu seperti ini, enggak apa-apa kok," tutur Lukman menceritakan kronologi kekerasan oleh praja senior. Setelah itu, terjadilah pemukulan masal. Yang dipukuli bisa lima sampai sepuluh orang. Yang memukul bisa 20 orang.<br />
<br />
Dosen IPDN Inu Kencana Syafii mengakui hal tersebut. "Biasanya, mereka melakukan eksekusi pada jam sembilan malam hingga tengah malam," jelas Inu.<br />
<br />
Bila mereka tidak puas, "tradisi" pun berlanjut hingga subuh. Terkadang drama tengah malam itu berjalan dengan canda tawa para seniornya. Di sisi lain, para junior mengerang kesakitan.<br />
<br />
Canda tawa juga menjadi tradisi mengakhiri drama tengah malam itu. "Mereka seolah biasa menghadapi seperti itu. Terkadang, setelah melakukan itu, mereka bernyanyi bersama," ungkap Inu. Suasana pun kemudian mencair, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.<br />
<br />
Dulu sebelum tragedi Wahyu Hidayat terkuak, aksi pemukulan selalu dilakukan per kontingen. Namun, setelah berubah menjadi IPDN, aksi kekerasan dilakukan per organisasi. Contohnya kasus Cliff Muntu. Dia dianiaya oleh seniornya yang merupakan anggota Pataka.<br />
<br />
Namun, para praja sepertinya dibuat terbiasa dengan kondisi seperti itu. Bahkan, saat kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke IPDN di atas meja salah satu kamar barak DKI ada sebuah tulisan besar dengan spidol warna hitam: "Ingat....! Malam Ini Kau Mati....! Siapkan Fisik dan Mental".<br />
<br />
Begitu isi tulisan bernada ancaman tersebut. Sayang, tulisan itu tidak terlihat oleh orang nomor dua di Indonesia tersebut. Karena ada tulisan seperti itu, praja junior harus sigap setiap saat. "Kondisi seperti itu bisa diubah asalkan kultur dan kebiasaan praja diubah," kata Inu.<br />
<br />
Tak hanya itu, kebiasaan para pejabat kampus pun harus diubah. Inu mengungkapkan banyaknya pejabat kampus yang bersedia menutupi sebuah kasus asalkan mendapatkan imbalan.<br />
<br />
"Bila sesuatu terjadi pada praja, mereka (pejabat di IPDN, Red) selalu meminta uang kepada orang tua mereka. Jumlahnya bervariasi sesuai dengan kasusnya," ungkap Inu.<br />
<br />
Nilainya, kata dia, bisa mencapai Rp 200 juta. Dana tersebut kemudian dibagikan kepada pejabat lain agar tutup mulut.<br />
<br />
Inu yang gencar membongkar kebobrokan di IPDN mengaku tidak takut mati karena sikapnya itu. "Memang banyak yang mengancam saya," paparnya.<br />
<br />
Inu menceritakan saat kasus Wahyu Hidayat mencuat. Dia sering mendapat teror dari orang kampus. Bahkan, para praja membenci dirinya. Banyak pesan singkat yang masuk ke hand phone pribadinya yang menyatakan keberatan atas semua pernyataan Inu di media.<br />
<br />
Teror hingga tengah malam pun dia rasakan. Tidak jarang isi pesan singkatnya bernada kasar. "Bapak mau saya bunuh seperti saya membunuh murid Bapak," kata Inu menceritakan sisi sms. Namun, semua teror itu dia hadapi dengan lapang dada.<br />
<br />
Karena berbagai ancaman itu, Inu kini dikawal khusus oleh polisi. Hampir 24 jam, Inu dan keluarganya diawasi. "Yang penting saya jujur mengungkapkan fakta yang terjadi dan tidak merekayasa," jelasnya. (*)</font></p>
<p>jawapos.co.id</p>
<p>senin, 9/4/2007&#160;</p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><font face="Arial" size="2">Puas Pukuli Junior, Praja Senior Nyanyi Bersama<br />
Cliff Muntu adalah praja ke-37 yang tewas karena kekerasan di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang. Mengapa budaya kekerasan sulit hilang di lembaga pendidik calon camat itu?</p>
<p>YUGI PRASETYO, Sumedang</p>
<p>Ketika Wahyu Hidayat tewas pada 2003, banyak yang percaya dia adalah korban terakhir di IPDN. Saat itu, IPDN masih bernama Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN). Setelah kasus kematian praja asal Jawa Barat itu, para praja semua tingkat dikumpulkan untuk mengucapkan ikrar. &#8220;Kami berjanji meninggalkan segala bentuk kekerasan….&#8221; Begitu sebagian isi ikrar para praja.</p>
<p>Namun, janji tinggallah janji. Ikrar pun hanyalah torehan tinta hitam di atas kertas yang bisa luntur. Cliff Muntu, praja asal Manado, juga tewas karena dianiaya para seniornya. Delapan orang praja ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dipecat dari IPDN. Meski begitu, tetap saja muncul pertanyaan, siapa bisa menjamin Cliff Muntu adalah korban terakhir?</p>
<p>Wartawan Radar Bandung (Grup Jawa Pos) menelusuri kehidupan di dalam kampus IPDN. Kompleks kampus itu sangat tertutup bagi kehadiran orang luar, apalagi para wartawan. Kalaupun ada acara resmi dan mengundang media, akses media dibatasi hanya sampai ke ruang rektorat. Apalagi setelah ada kasus kematian Cliff Muntu, wartawan dilarang masuk sama sekali ke lingkungan IPDN.</p>
<p>Untung, ada kesempatan bagi pekerja media menginjakkan kaki ke IPDN pada Jumat (6/4) lalu. Saat itu, Sekjen Departemen Dalam Negeri Progo Nurdjaman sidak ke dalam kampus. Bersama rombongan dari Depdagri, wartawan berkesempatan melihat aktivitas praja di dalam kampus.</p>
<p>Tentu, secara kasat mata, tidak tampak kegiatan yang berbau kekerasan. Ada kelompok praja yang sedang berbaris rapi. Ada juga yang sedang bermain bola basket. Saat melihat rombongan Sekjen Depdagri, beberapa praja yang kebetulan berpapasan langsung memberikan hormat. Sayang, ketika rombongan memasuki barak para praja, wartawan diminta menunggu di luar.</p>
<p>Sejumlah wartawan memilih menunggu rombongan Sekjen Depdagri di kantin kampus. Mereka ikut nimbrung dengan sejumlah praja yang kebetulan rehat usai berolahraga. &#8220;Biasa Mas, sarapan habis olahraga,&#8221; kata seorang praja tingkat dua ramah.</p>
<p>Namun, keramahan itu sontak berubah masam ketika wartawan menanyakan kasus kematian Cliff Muntu. &#8220;Maaf, kami sepakat tidak boleh membicarakan itu,&#8221; kata praja tadi seraya pergi meninggalkan kantin.</p>
<p>Lukman (nama samaran), seorang mantan praja, menceritakan kultur kekerasan di IPDN. Biasanya, kekerasan dilakukan oleh praja tingkat tiga (nindya praja) kepada praja tingkat dua (madya praja). Aksi kekerasan dilakukan malam hari ketika pengawasan mulai longgar.</p>
<p>Beberapa praja senior mendatangi barak junior. Selalu ada alasan untuk melakukan tindak kekerasan. &#8220;Masak praja wanita yang bersalah, kami praja laki-laki menjadi sasarannya,&#8221; ujar Lukman kepada Radar Bandung.</p>
<p>Saat memasuki barak, praja senior itu langsung memanggil beberapa praja yang menjadi targetnya. Setelah itu, mereka dibawa ke lorong dan dijajarkan dalam satu baris. Sebelum melakukan aksinya, para praja senior selalu melakukan dialog dengan praja juniornya.</p>
<p>&#8220;Maaf ya Dik, kita pun sama waktu dulu seperti ini, enggak apa-apa kok,&#8221; tutur Lukman menceritakan kronologi kekerasan oleh praja senior. Setelah itu, terjadilah pemukulan masal. Yang dipukuli bisa lima sampai sepuluh orang. Yang memukul bisa 20 orang.</p>
<p>Dosen IPDN Inu Kencana Syafii mengakui hal tersebut. &#8220;Biasanya, mereka melakukan eksekusi pada jam sembilan malam hingga tengah malam,&#8221; jelas Inu.</p>
<p>Bila mereka tidak puas, &#8220;tradisi&#8221; pun berlanjut hingga subuh. Terkadang drama tengah malam itu berjalan dengan canda tawa para seniornya. Di sisi lain, para junior mengerang kesakitan.</p>
<p>Canda tawa juga menjadi tradisi mengakhiri drama tengah malam itu. &#8220;Mereka seolah biasa menghadapi seperti itu. Terkadang, setelah melakukan itu, mereka bernyanyi bersama,&#8221; ungkap Inu. Suasana pun kemudian mencair, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.</p>
<p>Dulu sebelum tragedi Wahyu Hidayat terkuak, aksi pemukulan selalu dilakukan per kontingen. Namun, setelah berubah menjadi IPDN, aksi kekerasan dilakukan per organisasi. Contohnya kasus Cliff Muntu. Dia dianiaya oleh seniornya yang merupakan anggota Pataka.</p>
<p>Namun, para praja sepertinya dibuat terbiasa dengan kondisi seperti itu. Bahkan, saat kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke IPDN di atas meja salah satu kamar barak DKI ada sebuah tulisan besar dengan spidol warna hitam: &#8220;Ingat&#8230;.! Malam Ini Kau Mati&#8230;.! Siapkan Fisik dan Mental&#8221;.</p>
<p>Begitu isi tulisan bernada ancaman tersebut. Sayang, tulisan itu tidak terlihat oleh orang nomor dua di Indonesia tersebut. Karena ada tulisan seperti itu, praja junior harus sigap setiap saat. &#8220;Kondisi seperti itu bisa diubah asalkan kultur dan kebiasaan praja diubah,&#8221; kata Inu.</p>
<p>Tak hanya itu, kebiasaan para pejabat kampus pun harus diubah. Inu mengungkapkan banyaknya pejabat kampus yang bersedia menutupi sebuah kasus asalkan mendapatkan imbalan.</p>
<p>&#8220;Bila sesuatu terjadi pada praja, mereka (pejabat di IPDN, Red) selalu meminta uang kepada orang tua mereka. Jumlahnya bervariasi sesuai dengan kasusnya,&#8221; ungkap Inu.</p>
<p>Nilainya, kata dia, bisa mencapai Rp 200 juta. Dana tersebut kemudian dibagikan kepada pejabat lain agar tutup mulut.</p>
<p>Inu yang gencar membongkar kebobrokan di IPDN mengaku tidak takut mati karena sikapnya itu. &#8220;Memang banyak yang mengancam saya,&#8221; paparnya.</p>
<p>Inu menceritakan saat kasus Wahyu Hidayat mencuat. Dia sering mendapat teror dari orang kampus. Bahkan, para praja membenci dirinya. Banyak pesan singkat yang masuk ke hand phone pribadinya yang menyatakan keberatan atas semua pernyataan Inu di media.</p>
<p>Teror hingga tengah malam pun dia rasakan. Tidak jarang isi pesan singkatnya bernada kasar. &#8220;Bapak mau saya bunuh seperti saya membunuh murid Bapak,&#8221; kata Inu menceritakan sisi sms. Namun, semua teror itu dia hadapi dengan lapang dada.</p>
<p>Karena berbagai ancaman itu, Inu kini dikawal khusus oleh polisi. Hampir 24 jam, Inu dan keluarganya diawasi. &#8220;Yang penting saya jujur mengungkapkan fakta yang terjadi dan tidak merekayasa,&#8221; jelasnya. (*)</font></p>
<p>jawapos.co.id</p>
<p>senin, 9/4/2007&#160;</p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/kehidupan-sarat-kekerasan-di-kampus-ipdn/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Deep Kiss&#8217;, Antara Kenikmatan dan Resiko Infeksi Otak</title>
		<link>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/deep-kiss-antara-kenikmatan-dan-resiko-infeksi-otak/</link>
		<comments>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/deep-kiss-antara-kenikmatan-dan-resiko-infeksi-otak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2007 11:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opix</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p><font face="Arial" size="2">Bagi para penggemar film-film produksi Hollywood, tentu sudah tak asing dengan 'kebiasaan' alias tradisi yang sering muncul di dalam alur ceritanya, yakni selalu ada adegan <i>deep kiss</i> atau <i>ciuman intim</i>. Adegan yang bagi sebagian masyarakat masih dianggap 'haram' tampil pada film-film nasional ini memang cenderung mudah ditiru masyarakat, khususnya oleh kaum muda.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Mereka beranggapan model ciuman seperti itu sangatlah 'nikmat'. Padahal, <i>ciuman intim</i> beresiko menyebarkan berbagai jenis penyakit, apalagi jika dilakukan dengan beberapa orang yang tidak diketahui riwayat penyakitnya, dari penyakit mulut hingga penyakit dalam. Wow! Mengerikan bukan?</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Australia, hal tersebut meningkatkan resiko terkena <i>meningitis</i> atau kerusakan membran otak. Ciuman yang 'dalam' dan sempurna memberi pengalaman yang lebih berkesan ketimbang hubungan seksual. Hal ini diungkapkan oleh para pencinta ciuman. Lantas, banyak orang menilai ciuman yang hebat adalah gaya orang Prancis yang kemudian dikenal dengan <i>French Kiss</i>. Dalam gaya ini, lidahlah yang paling berperan. Padahal lidah memiliki permukaan yang sensitif. Tak mengherankan bila sensasinya bisa melesat, tapi seketika itu pula bakteri bisa dengan mudah berpindah antara dua manusia.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Rupanya, di sini kenikmatan dan bencana saling 'bergandengan'. <i>Profesor Robert Booy</i>, Wakil Direktur National 'Centre for Immunization Research and Surveillance' pada Rumah Sakit Anak Westmead, Sydney, Australia, adalah orang yang mengungkapkan kaitan <i>French Kiss</i> dengan penyebaran bakteri <i>meningococcal</i>.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">"Berciuman dengan lidah, berpotensi tinggi menyebabkan terjadinya penyebaran bakteri <i>meningococcal</i>, khususnya bagi orang yang berganti-ganti pasangan," kata <i>Booy</i>.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><i>Meningitis</i> adalah infeksi pada bagian pembungkus otak dan syaraf tulang belakang. Penyebabnya adalah virus atau bakteri. Penyakit ini sering menyerang anak-anak dan remaja, serta penyebarannya dari seorang penderita kepada orang di sekitarnya melalui udara, misalnya melalui bersin, batuk, ciuman, dan hidup dalam satu ruangan, misalnya di asrama.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Sekitar 5 hingga 10% pasien akhirnya meninggal karena serangan penyakit ini, dalam tempo 24 hingga 48 jam setelah timbul gejala. Dalam laporan penelitian yang dimuat <i>British Medical Journal</i>, para peneliti mempelajari faktor-faktor yang meningkatkan resiko penyakit. Penelitian tersebut dilakukan terhadap para penderita berusia 15 hingga 19 tahun, yang menjalani perawatan di rumah sakit karena menderita penyakit tersebut.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Selain melakukan wawancara dengan pasien, para peneliti juga mengukur sampel darah, kerongkongan, dan lap ingus. Dengan membandingkan data-data serupa dari remaja yang sehat, <i>Booy</i> dan timnya menemukan bahwa ciuman intim antara seseorang dengan penderita <i>meningitis</i> adalah salah satu sumber penyebaran penyakit tersebut.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Dari hasil survei terhadap 144 remaja Inggris yang berusia 15-19 tahun di sebuah rumah sakit, para peneliti Australia yang dipimpin <i>Booy</i> mencatat dua faktor yang menjadi pertanda perilaku yang kerap menjadi sasaran bakteri <i>meningococcal</i>, yakni remaja yang memiliki kekasih yang berperilaku 'multipartner' dan pasangan yang kerap berpesta, karena bakteri ini bisa menyebar dari batuk para perokok.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Gejala awal <i>meningitis</i> seperti flu, di antaranya demam, sakit kepala, leher kaku, dan nafsu makan hilang. Jadi tak salah jika Anda menyangka pasangan Anda sedang terserang penyakit ringan tersebut. Hingga tak ada ketakutan saat berciuman karena kalau ketularan pun paling cuma mengalami demam atau pilek.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Selain <i>meningitis</i>, sebenarnya ada sejumlah penyakit infeksi lain yang dengan mudah ditularkan melalui ciuman, seperti penyakit gondok, sakit tenggorokan, bahkan infeksi <i>cytomegalovirus</i>, jenis virus yang bisa ditemukan pada air liur, urine, dan cairan tubuh lain. Virus yang termasuk keluarga virus <i>herpes</i> ini bisa menyebar melalui hubungan seksual dan berciuman. Pada orang dewasa, gejalanya berupa pembengkakan kelenjar getah bening, demam, dan rasa lelah yang terus-menerus.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Mereka menyarankan para remaja untuk mengubah perilakunya, untuk menurunkan resiko penyebaran penyakit ini. Tentu saja saran tersebut juga berguna bagi setiap orang. Ciuman bukan masalah sepele dan harus dipastikan dengan orang yang sehat.</font></p>
<p>sumber kapanlagi.com&#160;</p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><font face="Arial" size="2">Bagi para penggemar film-film produksi Hollywood, tentu sudah tak asing dengan &#8216;kebiasaan&#8217; alias tradisi yang sering muncul di dalam alur ceritanya, yakni selalu ada adegan <i>deep kiss</i> atau <i>ciuman intim</i>. Adegan yang bagi sebagian masyarakat masih dianggap &#8216;haram&#8217; tampil pada film-film nasional ini memang cenderung mudah ditiru masyarakat, khususnya oleh kaum muda.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Mereka beranggapan model ciuman seperti itu sangatlah &#8216;nikmat&#8217;. Padahal, <i>ciuman intim</i> beresiko menyebarkan berbagai jenis penyakit, apalagi jika dilakukan dengan beberapa orang yang tidak diketahui riwayat penyakitnya, dari penyakit mulut hingga penyakit dalam. Wow! Mengerikan bukan?</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Australia, hal tersebut meningkatkan resiko terkena <i>meningitis</i> atau kerusakan membran otak. Ciuman yang &#8216;dalam&#8217; dan sempurna memberi pengalaman yang lebih berkesan ketimbang hubungan seksual. Hal ini diungkapkan oleh para pencinta ciuman. Lantas, banyak orang menilai ciuman yang hebat adalah gaya orang Prancis yang kemudian dikenal dengan <i>French Kiss</i>. Dalam gaya ini, lidahlah yang paling berperan. Padahal lidah memiliki permukaan yang sensitif. Tak mengherankan bila sensasinya bisa melesat, tapi seketika itu pula bakteri bisa dengan mudah berpindah antara dua manusia.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Rupanya, di sini kenikmatan dan bencana saling &#8216;bergandengan&#8217;. <i>Profesor Robert Booy</i>, Wakil Direktur National &#8216;Centre for Immunization Research and Surveillance&#8217; pada Rumah Sakit Anak Westmead, Sydney, Australia, adalah orang yang mengungkapkan kaitan <i>French Kiss</i> dengan penyebaran bakteri <i>meningococcal</i>.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">&#8220;Berciuman dengan lidah, berpotensi tinggi menyebabkan terjadinya penyebaran bakteri <i>meningococcal</i>, khususnya bagi orang yang berganti-ganti pasangan,&#8221; kata <i>Booy</i>.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><i>Meningitis</i> adalah infeksi pada bagian pembungkus otak dan syaraf tulang belakang. Penyebabnya adalah virus atau bakteri. Penyakit ini sering menyerang anak-anak dan remaja, serta penyebarannya dari seorang penderita kepada orang di sekitarnya melalui udara, misalnya melalui bersin, batuk, ciuman, dan hidup dalam satu ruangan, misalnya di asrama.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Sekitar 5 hingga 10% pasien akhirnya meninggal karena serangan penyakit ini, dalam tempo 24 hingga 48 jam setelah timbul gejala. Dalam laporan penelitian yang dimuat <i>British Medical Journal</i>, para peneliti mempelajari faktor-faktor yang meningkatkan resiko penyakit. Penelitian tersebut dilakukan terhadap para penderita berusia 15 hingga 19 tahun, yang menjalani perawatan di rumah sakit karena menderita penyakit tersebut.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Selain melakukan wawancara dengan pasien, para peneliti juga mengukur sampel darah, kerongkongan, dan lap ingus. Dengan membandingkan data-data serupa dari remaja yang sehat, <i>Booy</i> dan timnya menemukan bahwa ciuman intim antara seseorang dengan penderita <i>meningitis</i> adalah salah satu sumber penyebaran penyakit tersebut.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Dari hasil survei terhadap 144 remaja Inggris yang berusia 15-19 tahun di sebuah rumah sakit, para peneliti Australia yang dipimpin <i>Booy</i> mencatat dua faktor yang menjadi pertanda perilaku yang kerap menjadi sasaran bakteri <i>meningococcal</i>, yakni remaja yang memiliki kekasih yang berperilaku &#8216;multipartner&#8217; dan pasangan yang kerap berpesta, karena bakteri ini bisa menyebar dari batuk para perokok.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Gejala awal <i>meningitis</i> seperti flu, di antaranya demam, sakit kepala, leher kaku, dan nafsu makan hilang. Jadi tak salah jika Anda menyangka pasangan Anda sedang terserang penyakit ringan tersebut. Hingga tak ada ketakutan saat berciuman karena kalau ketularan pun paling cuma mengalami demam atau pilek.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Selain <i>meningitis</i>, sebenarnya ada sejumlah penyakit infeksi lain yang dengan mudah ditularkan melalui ciuman, seperti penyakit gondok, sakit tenggorokan, bahkan infeksi <i>cytomegalovirus</i>, jenis virus yang bisa ditemukan pada air liur, urine, dan cairan tubuh lain. Virus yang termasuk keluarga virus <i>herpes</i> ini bisa menyebar melalui hubungan seksual dan berciuman. Pada orang dewasa, gejalanya berupa pembengkakan kelenjar getah bening, demam, dan rasa lelah yang terus-menerus.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Mereka menyarankan para remaja untuk mengubah perilakunya, untuk menurunkan resiko penyebaran penyakit ini. Tentu saja saran tersebut juga berguna bagi setiap orang. Ciuman bukan masalah sepele dan harus dipastikan dengan orang yang sehat.</font></p>
<p>sumber kapanlagi.com&#160;</p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/deep-kiss-antara-kenikmatan-dan-resiko-infeksi-otak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pacaran Sehat Itu Gimana?</title>
		<link>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/pacaran-sehat-itu-gimana/</link>
		<comments>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/pacaran-sehat-itu-gimana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2007 11:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opix</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[INFORMASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Yang namanya pacaran pasti ada efeknya sama kehidupan kita. Bisa positif, bisa juga negatif. Tergantung kita yang melakoninya.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Pacaran sih boleh aja, tapi harus mengerti batasannya, apa yang boleh dan enggak boleh dilakukan. Singkatnya, pacaran "sehat" harus jadi pilihan kita kalau enggak mau kena akibatnya. Nah, bagaimana gaya pacaran kita bisa disebut sehat?</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b>1. Sehat fisik</b></font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Sehat secara fisik berarti enggak ada kekerasan dalam berpacaran. Biarpun cowok secara fisik lebih kuat, bukan berarti bisa seenaknya menindas kaum cewek. Pokoknya, dilarang saling memukul, menampar, apalagi menendang. (he-he-he…)</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b>2. Sehat emosional</b></font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Hubungan kita dengan orang lain akan terjalin dengan baik apabila ada rasa nyaman, saling pengertian dan keterbukaan. Kita enggak cuma dituntut untuk mengenali emosi diri sendiri, tetapi juga emosi orang lain. Dan yang penting lagi adalah bagaimana kita mengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik. Kita memang enggak boleh juga melakukan kekerasan nonfisik, marah-marah, apalagi mengumpat-umpat orang lain, termasuk pacar kita.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b>3. Sehat sosial</b></font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Pacaran tidak mengikat. Artinya, hubungan sosial dengan yang lain harus tetap dijaga. Kalau pagi, siang, dan malam selalu bareng sama pacar, bisa bahaya lho! Kita enggak bakalan punya teman. Dan bukan enggak mungkin, kita akan merasa asing di lingkungan sendiri. Enggak mau, kan?</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b>4. Sehat seksual</b></font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Secara biologis, kita yang masih remaja ini mengalami perkembangan dan kematangan seks. Tanpa disadari, pacaran juga memengaruhi kehidupan seksual seseorang. Kedekatan secara fisik bisa memicu keinginan untuk melakukan kontak fisik. Kalau diteruskan, bisa enggak terkontrol alias kebablasan. Jadi, dalam berpacaran kita harus saling menjaga. Artinya enggak melakukan hal-hal yang berisiko.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Banyak diskusi dan seminar yang membahas masalah pacaran dan seks. Penelitian tentang remaja dan perilaku seksnya pun sudah banyak. Hal ini dikarenakan dalam kenyataannya, banyak remaja yang sudah melakukan aktivitas-aktivitas yang berisiko dan pada akhirnya adalah intercourse.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Nah… kalau sudah sampai ke aktivitas yang ini, bisa gawat! Karena itu, dalam pacaran, mengendalikan diri tuh penting banget.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b>Apa saja yang memengaruhi perilaku seksual remaja?</b></font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">1. Faktor Internal</font></p>
<ul>
<li><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Pengaruh yang berasal dari dalam diri kita.</font></li>
<li>Bagaimana kita mengekspresikan perasaan, keinginan, dan pendapat tentang berbagai macam masalah.</li>
<li>Menentukan pilihan ataupun mengambil keputusan bukan hal yang gampang. Dalam memutuskan sesuatu, kita harus punya dasar, pertimbangan, dan prinsip yang matang.</li>
</ul>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">2. Faktor Eksternal</font></p>
<ul>
<li><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Perilaku seks di antara kita juga dipengaruhi oleh faktor- faktor dari luar. Contohnya:</font></li>
<li>Kemampuan orangtua mendidik kita akan memengaruhi pemahaman kita mengenai suatu hal, terutama masalah seks.</li>
<li>Agama mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk. Pemahaman terhadap apa yang diajarkan agama akan memengaruhi perilaku kita.</li>
<li>Remaja cenderung banyak menghabiskan waktu bersama teman sebayanya sehingga tingkah laku dan nilai-nilai yang kita pegang banyak dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan kita.</li>
<li>Teknologi informasi yang makin berkembang memudahkan kita mengakses informasi setiap saat. Tetapi, kemajuan teknologi informasi enggak selalu membawa pengaruh yang positif. It’s depend on you.</li>
</ul>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b>Aman dan Awet</b></font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Agar pacaran kita aman dan awet, kita harus punya prinsip. Artinya, segala sesuatu yang kita lakukan ada dasar dan tujuan yang jelas. Dalam pacaran, bukan enggak mungkin kita menemukan perbedaan prinsip, beda batasan tentang apa yang boleh dan enggak boleh dilakukan. Wajar kok, asalkan bisa saling menghargai. Tiap orang punya hak untuk bicara terbuka, termasuk mengungkapkan prinsip masing-masing.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Mengungkapkan prinsip yang kita pegang akan berpengaruh pada penerimaan orang lain. Maksud dan keinginan kita akan sulit diterima dan dimengerti orang lain kalau kita enggak tahu bagaimana mengomunikasikannya dengan baik. Intinya, kita harus mengerti juga model-model komunikasi yang ada sehingga kita bisa menilai apakah selama ini sudah berkomunikasi dengan baik atau belum.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b>Tiga model komunikasi:</b></font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">1. Pasif</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Kita sulit/enggak bisa mengekspresikan keinginan, perasaan, dan pikiran kita. Hal ini akan berefek buruk karena apa yang kita harapkan enggak sesuai dengan kenyataan. Misalnya, kita enggak berani nolak pas pacar ngajakin kissing, padahal sebenarnya kita enggak mau.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">2. Agresif</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Dalam mengemukakan keinginan, pikiran, dan perasaan, kita cenderung mendominasi, enggak ramah dan mengabaikan kepentingan orang lain. Model komunikasi seperti ini bisa memicu keretakan hubungan kita dengan orang lain.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">3. Asertif</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Gaya komunikasi yang paling oke. Kita bisa bersikap tegas dalam mengekspresikan keinginan, perasaan, dan pendapat, tetapi tetap menghargai orang lain. Kondisi orang lain juga menjadi pertimbangan sebelum kita mengungkapkan keinginan. Misalnya, menolak dengan sopan dan memberikan alasan yang masuk akal ketika pacar minta yang aneh-aneh.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Cara berkomunikasi enggak cuma memengaruhi keberhasilan kita berinteraksi dengan orang lain, tetapi lebih jauh lagi, mampu berkomunikasi dengan baik menjadikan kita terampil dalam mengambil keputusan. Semoga pacaran kita tambah oke!</font></p>
<p>Sumber Kompas &#160;</p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Yang namanya pacaran pasti ada efeknya sama kehidupan kita. Bisa positif, bisa juga negatif. Tergantung kita yang melakoninya.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Pacaran sih boleh aja, tapi harus mengerti batasannya, apa yang boleh dan enggak boleh dilakukan. Singkatnya, pacaran &#8220;sehat&#8221; harus jadi pilihan kita kalau enggak mau kena akibatnya. Nah, bagaimana gaya pacaran kita bisa disebut sehat?</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b>1. Sehat fisik</b></font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Sehat secara fisik berarti enggak ada kekerasan dalam berpacaran. Biarpun cowok secara fisik lebih kuat, bukan berarti bisa seenaknya menindas kaum cewek. Pokoknya, dilarang saling memukul, menampar, apalagi menendang. (he-he-he…)</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b>2. Sehat emosional</b></font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Hubungan kita dengan orang lain akan terjalin dengan baik apabila ada rasa nyaman, saling pengertian dan keterbukaan. Kita enggak cuma dituntut untuk mengenali emosi diri sendiri, tetapi juga emosi orang lain. Dan yang penting lagi adalah bagaimana kita mengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik. Kita memang enggak boleh juga melakukan kekerasan nonfisik, marah-marah, apalagi mengumpat-umpat orang lain, termasuk pacar kita.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b>3. Sehat sosial</b></font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Pacaran tidak mengikat. Artinya, hubungan sosial dengan yang lain harus tetap dijaga. Kalau pagi, siang, dan malam selalu bareng sama pacar, bisa bahaya lho! Kita enggak bakalan punya teman. Dan bukan enggak mungkin, kita akan merasa asing di lingkungan sendiri. Enggak mau, kan?</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b>4. Sehat seksual</b></font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Secara biologis, kita yang masih remaja ini mengalami perkembangan dan kematangan seks. Tanpa disadari, pacaran juga memengaruhi kehidupan seksual seseorang. Kedekatan secara fisik bisa memicu keinginan untuk melakukan kontak fisik. Kalau diteruskan, bisa enggak terkontrol alias kebablasan. Jadi, dalam berpacaran kita harus saling menjaga. Artinya enggak melakukan hal-hal yang berisiko.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Banyak diskusi dan seminar yang membahas masalah pacaran dan seks. Penelitian tentang remaja dan perilaku seksnya pun sudah banyak. Hal ini dikarenakan dalam kenyataannya, banyak remaja yang sudah melakukan aktivitas-aktivitas yang berisiko dan pada akhirnya adalah intercourse.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Nah… kalau sudah sampai ke aktivitas yang ini, bisa gawat! Karena itu, dalam pacaran, mengendalikan diri tuh penting banget.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b>Apa saja yang memengaruhi perilaku seksual remaja?</b></font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">1. Faktor Internal</font></p>
<ul>
<li><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Pengaruh yang berasal dari dalam diri kita.</font></li>
<li>Bagaimana kita mengekspresikan perasaan, keinginan, dan pendapat tentang berbagai macam masalah.</li>
<li>Menentukan pilihan ataupun mengambil keputusan bukan hal yang gampang. Dalam memutuskan sesuatu, kita harus punya dasar, pertimbangan, dan prinsip yang matang.</li>
</ul>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">2. Faktor Eksternal</font></p>
<ul>
<li><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Perilaku seks di antara kita juga dipengaruhi oleh faktor- faktor dari luar. Contohnya:</font></li>
<li>Kemampuan orangtua mendidik kita akan memengaruhi pemahaman kita mengenai suatu hal, terutama masalah seks.</li>
<li>Agama mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk. Pemahaman terhadap apa yang diajarkan agama akan memengaruhi perilaku kita.</li>
<li>Remaja cenderung banyak menghabiskan waktu bersama teman sebayanya sehingga tingkah laku dan nilai-nilai yang kita pegang banyak dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan kita.</li>
<li>Teknologi informasi yang makin berkembang memudahkan kita mengakses informasi setiap saat. Tetapi, kemajuan teknologi informasi enggak selalu membawa pengaruh yang positif. It’s depend on you.</li>
</ul>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b>Aman dan Awet</b></font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Agar pacaran kita aman dan awet, kita harus punya prinsip. Artinya, segala sesuatu yang kita lakukan ada dasar dan tujuan yang jelas. Dalam pacaran, bukan enggak mungkin kita menemukan perbedaan prinsip, beda batasan tentang apa yang boleh dan enggak boleh dilakukan. Wajar kok, asalkan bisa saling menghargai. Tiap orang punya hak untuk bicara terbuka, termasuk mengungkapkan prinsip masing-masing.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Mengungkapkan prinsip yang kita pegang akan berpengaruh pada penerimaan orang lain. Maksud dan keinginan kita akan sulit diterima dan dimengerti orang lain kalau kita enggak tahu bagaimana mengomunikasikannya dengan baik. Intinya, kita harus mengerti juga model-model komunikasi yang ada sehingga kita bisa menilai apakah selama ini sudah berkomunikasi dengan baik atau belum.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b>Tiga model komunikasi:</b></font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">1. Pasif</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Kita sulit/enggak bisa mengekspresikan keinginan, perasaan, dan pikiran kita. Hal ini akan berefek buruk karena apa yang kita harapkan enggak sesuai dengan kenyataan. Misalnya, kita enggak berani nolak pas pacar ngajakin kissing, padahal sebenarnya kita enggak mau.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">2. Agresif</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Dalam mengemukakan keinginan, pikiran, dan perasaan, kita cenderung mendominasi, enggak ramah dan mengabaikan kepentingan orang lain. Model komunikasi seperti ini bisa memicu keretakan hubungan kita dengan orang lain.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">3. Asertif</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Gaya komunikasi yang paling oke. Kita bisa bersikap tegas dalam mengekspresikan keinginan, perasaan, dan pendapat, tetapi tetap menghargai orang lain. Kondisi orang lain juga menjadi pertimbangan sebelum kita mengungkapkan keinginan. Misalnya, menolak dengan sopan dan memberikan alasan yang masuk akal ketika pacar minta yang aneh-aneh.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Cara berkomunikasi enggak cuma memengaruhi keberhasilan kita berinteraksi dengan orang lain, tetapi lebih jauh lagi, mampu berkomunikasi dengan baik menjadikan kita terampil dalam mengambil keputusan. Semoga pacaran kita tambah oke!</font></p>
<p>Sumber Kompas &#160;</p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/pacaran-sehat-itu-gimana/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Remaja dan Aspek Psikososial</title>
		<link>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/remaja-dan-aspek-psikososial/</link>
		<comments>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/remaja-dan-aspek-psikososial/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2007 11:15:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opix</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[INFORMASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Banyak yang bilang masa remaja adalah masa yang paling indah (duh... seperti di dalam lagi ya) karena di masa remaja banyak perubahan yang kita alami, mulai dari perubahan fisik sampai psikologi.&#160;Dan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk masyarakat.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Segala macam aspek hubungan sosial dengan kawan, orangtua, ataupun guru bisa disebut dengan aspek psikososial.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Masa remaja yang kita alami ini merupakan suatu periode dalam rentang kehidupan manusia, mau atau tidak mau pasti kita mengalaminya. Pada masa ini, berlangsung proses-proses perubahan secara biologis juga perubahan psikologis yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk oleh masyarakat, teman sebaya, dan juga media massa. Kita yang berada di masa remaja ini juga belajar meninggalkan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan dan pada saat yang bersamaan kita mempelajari perubahan pola perilaku dan sikap baru orang dewasa. Selain itu, kita yang remaja ini juga dihadapkan pada tuntutan yang terkadang bertentangan, baik dari orangtua, guru, teman sebaya, maupun masyarakat di sekitar. Kita bisa-bisa menjadi bingung karena masing-masing memberikan tuntutan yang berbeda-beda tergantung pada nilai, norma, atau standar yang digunakan.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Intinya aspek psikososial bisa didefinisikan sebagai aspek yang ada hubungannya dengan kejiwaan kita dan sosial. Kejiwaan tentu saja berasal dari dalam diri kita, sedangkan aspek sosial berasal dari luar (eksternal). Kedua aspek ini sangat berpengaruh kala masa pertumbuhan kita.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Kadang yang lebih berpengaruh justru bukan aspek kejiwaan, melainkan aspek eksternal. Misalnya, media massa membangun imej remaja putri yang oke adalah yang berkulit putih, bertubuh langsing, dan berpayudara besar. Demi mengejar body image seperti itu, banyak yang termakan dan berusaha menjadi imej seperti yang dikatakan di media massa.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Sudah saatnya perubahan diri terjadi bukan dari luar, melainkan dari dalam diri kita sendiri karena seharusnya aspek psikososial berlangsung secara seimbang. Pengaruh dari luar harusnya mampu mengubah kita menjadi manusia yang lebih baik. Dengan kondisi ini, diharapkan interaksi aspek psikologi dan sosial dapat menjadi positif, yang pada akhirnya dapat berdampak positif pada pembentukan identitas diri kita.</font></p>
<p>*Sumber Harian Kompas&#160;</p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Banyak yang bilang masa remaja adalah masa yang paling indah (duh&#8230; seperti di dalam lagi ya) karena di masa remaja banyak perubahan yang kita alami, mulai dari perubahan fisik sampai psikologi.&#160;Dan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk masyarakat.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Segala macam aspek hubungan sosial dengan kawan, orangtua, ataupun guru bisa disebut dengan aspek psikososial.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Masa remaja yang kita alami ini merupakan suatu periode dalam rentang kehidupan manusia, mau atau tidak mau pasti kita mengalaminya. Pada masa ini, berlangsung proses-proses perubahan secara biologis juga perubahan psikologis yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk oleh masyarakat, teman sebaya, dan juga media massa. Kita yang berada di masa remaja ini juga belajar meninggalkan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan dan pada saat yang bersamaan kita mempelajari perubahan pola perilaku dan sikap baru orang dewasa. Selain itu, kita yang remaja ini juga dihadapkan pada tuntutan yang terkadang bertentangan, baik dari orangtua, guru, teman sebaya, maupun masyarakat di sekitar. Kita bisa-bisa menjadi bingung karena masing-masing memberikan tuntutan yang berbeda-beda tergantung pada nilai, norma, atau standar yang digunakan.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Intinya aspek psikososial bisa didefinisikan sebagai aspek yang ada hubungannya dengan kejiwaan kita dan sosial. Kejiwaan tentu saja berasal dari dalam diri kita, sedangkan aspek sosial berasal dari luar (eksternal). Kedua aspek ini sangat berpengaruh kala masa pertumbuhan kita.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Kadang yang lebih berpengaruh justru bukan aspek kejiwaan, melainkan aspek eksternal. Misalnya, media massa membangun imej remaja putri yang oke adalah yang berkulit putih, bertubuh langsing, dan berpayudara besar. Demi mengejar body image seperti itu, banyak yang termakan dan berusaha menjadi imej seperti yang dikatakan di media massa.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Sudah saatnya perubahan diri terjadi bukan dari luar, melainkan dari dalam diri kita sendiri karena seharusnya aspek psikososial berlangsung secara seimbang. Pengaruh dari luar harusnya mampu mengubah kita menjadi manusia yang lebih baik. Dengan kondisi ini, diharapkan interaksi aspek psikologi dan sosial dapat menjadi positif, yang pada akhirnya dapat berdampak positif pada pembentukan identitas diri kita.</font></p>
<p>*Sumber Harian Kompas&#160;</p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/remaja-dan-aspek-psikososial/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Minggu Pagi (2)</title>
		<link>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/minggu-pagi-2/</link>
		<comments>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/minggu-pagi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2007 11:12:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>opix</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kisahku]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p>Setelah aku terbangun dari mimpi-mimpi aneh itu, beberapa saat kemudian aku kembali memejamkan mataku yang sudah merasakan kantuk lagi di minggu pagi ini, dan memang dari awal aku sudah berniat untuk menghabiskan minggu ini dengan tidur. Tanpa menunggu lama, nyawa ini kembali berpisah dengan raganya. Melayang, menembus kembali ke alam mimpi yang sampai saat ini juga masih terngiang, serta masih membayangi aku.</p>
<p><br />
Mimpi dalam tidurku kali ini membuatku sedih. Mengapa? Karena aku memimpikan sahabatku, sahabat yang sudah aku anggap sebagai saudaraku. Dia, sahabat terbaik yang kini telah meninggalkan aku, keluarganya, serta sahabat-sahabatnya yang lain. Dia telah kembali kepada sang Khalik, dengan begitu mendadak tanpa ada seorang pun yang menyangka akan kejadian itu. Kami semua begitu terkejut dengan ketiaadaannya yang tanpa pesan dan tanda apapun. Memang sampai sekarang aku dan sahabat-sahabat yang lain masih merasakan kehadirannya, walaupun dalam kenyataannya dia sudah tak bersama kami lagi.</p>
<p>Mimpi pagi ini seperti mengingatkan aku kembali padanya. Dalam mimpi itu, walaupun sepertinya aku tak dapat secara langsung bertemu dengannya, aku merasakan kembali saat-saat terakhir akan kepergiaannya. Dalam sakitnya yang parah, salah seorang keluarganya menyampaikan bahwa aku dicari-cari olehnya. Dia memanggil-manggil aku. Memang dalam mimpi itu aku tidak diberi kesempatan bertemu dengannya sekali pun. Meskipun begitu aku merasa sangat dekat dengannya. Entah apa yang terjadi, bahkan hingga aku hampir bangun tidak juga aku bertemu dengannya.</p>
<p>Aku merasakan seolah ia memanggil aku. Mengajak aku bertemu kembali dengannya. Bercerita seperti saat ia masih bersama kami dulu. Aku sungguh begitu tak mengerti dengan mimpiku ini. Meski mimpi kali ini tidak seaneh mimpi sebelumnya, aku juga masih menyisakan tanda tanya besar dengan semua yang terjadi padaku pagi ini.</p>
<p>Apakah yang akan terjadi padaku? Tanda-tanda apakah semua ini? Dan berbagai pertanyaan lain yang tak mungkin bisa kujawab, menggelayut, menghantui diriku. Mungkin waktu yang terus berjalan nanti yang akan bisa menjawabnya. Itupun kalau aku masih bisa menikmati kehidupan dunia yang penuh dengan tipu daya dan segala keanehannya. Tipu daya seperti mimpi pada tidurku yang pertama, serta keanehannya.</p>
<p>Akhirnya rencanaku menghabiskan minggu ini dengan tidur, yang sebelumnya kukira bisa menghilangkan segala beban aktifitas sehari-hariku selama ini kacau dengan hadirnya mimpi-mimpi itu. Aku hanya bisa pasrah dengan keadaan ini serta keadaan yang akan menimpaku. Aku telah merasakan berbagai keanehan akhir-akhir ini, yang kesemuanya tidak pernah bisa terjawab olehku. Mungkinkah aku akan segera meninggalkan semuanya dalam waktu dekat ini? Wallahu a’alam. Aku hanya berdoa semoga khusnul khatimah mengakhiri hidupku…</p>
<p>Surabaya, 8-4-2007&#160;</p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Setelah aku terbangun dari mimpi-mimpi aneh itu, beberapa saat kemudian aku kembali memejamkan mataku yang sudah merasakan kantuk lagi di minggu pagi ini, dan memang dari awal aku sudah berniat untuk menghabiskan minggu ini dengan tidur. Tanpa menunggu lama, nyawa ini kembali berpisah dengan raganya. Melayang, menembus kembali ke alam mimpi yang sampai saat ini juga masih terngiang, serta masih membayangi aku.</p>
<p>
Mimpi dalam tidurku kali ini membuatku sedih. Mengapa? Karena aku memimpikan sahabatku, sahabat yang sudah aku anggap sebagai saudaraku. Dia, sahabat terbaik yang kini telah meninggalkan aku, keluarganya, serta sahabat-sahabatnya yang lain. Dia telah kembali kepada sang Khalik, dengan begitu mendadak tanpa ada seorang pun yang menyangka akan kejadian itu. Kami semua begitu terkejut dengan ketiaadaannya yang tanpa pesan dan tanda apapun. Memang sampai sekarang aku dan sahabat-sahabat yang lain masih merasakan kehadirannya, walaupun dalam kenyataannya dia sudah tak bersama kami lagi.</p>
<p>Mimpi pagi ini seperti mengingatkan aku kembali padanya. Dalam mimpi itu, walaupun sepertinya aku tak dapat secara langsung bertemu dengannya, aku merasakan kembali saat-saat terakhir akan kepergiaannya. Dalam sakitnya yang parah, salah seorang keluarganya menyampaikan bahwa aku dicari-cari olehnya. Dia memanggil-manggil aku. Memang dalam mimpi itu aku tidak diberi kesempatan bertemu dengannya sekali pun. Meskipun begitu aku merasa sangat dekat dengannya. Entah apa yang terjadi, bahkan hingga aku hampir bangun tidak juga aku bertemu dengannya.</p>
<p>Aku merasakan seolah ia memanggil aku. Mengajak aku bertemu kembali dengannya. Bercerita seperti saat ia masih bersama kami dulu. Aku sungguh begitu tak mengerti dengan mimpiku ini. Meski mimpi kali ini tidak seaneh mimpi sebelumnya, aku juga masih menyisakan tanda tanya besar dengan semua yang terjadi padaku pagi ini.</p>
<p>Apakah yang akan terjadi padaku? Tanda-tanda apakah semua ini? Dan berbagai pertanyaan lain yang tak mungkin bisa kujawab, menggelayut, menghantui diriku. Mungkin waktu yang terus berjalan nanti yang akan bisa menjawabnya. Itupun kalau aku masih bisa menikmati kehidupan dunia yang penuh dengan tipu daya dan segala keanehannya. Tipu daya seperti mimpi pada tidurku yang pertama, serta keanehannya.</p>
<p>Akhirnya rencanaku menghabiskan minggu ini dengan tidur, yang sebelumnya kukira bisa menghilangkan segala beban aktifitas sehari-hariku selama ini kacau dengan hadirnya mimpi-mimpi itu. Aku hanya bisa pasrah dengan keadaan ini serta keadaan yang akan menimpaku. Aku telah merasakan berbagai keanehan akhir-akhir ini, yang kesemuanya tidak pernah bisa terjawab olehku. Mungkinkah aku akan segera meninggalkan semuanya dalam waktu dekat ini? Wallahu a’alam. Aku hanya berdoa semoga khusnul khatimah mengakhiri hidupku…</p>
<p>Surabaya, 8-4-2007&#160;</p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://opixcrazy.blog.com/2007/04/09/minggu-pagi-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
