Harga Sebuah Kepercayaan
Agak berat juga ya judul yang saya kasih buat catatan kali ini…Tapi sebelumnya ada satu pertanyaan buat kita. Apakah kalau kita diberikan suatu kepercayaan oleh seseorang, kemudian kita menjadi bangga dengannya? Ataukah kalau kita diberikan sebuah kepercayaan kita merasa bahwa itu merupakan suatu beban yang harus dipertanggungjawabkan?
Yang tahu jawabannya adalah diri kita masing-masing. Tapi apapun jawaban kita, keduanya akan memberikan sebuah konsekuensi yang berbeda. Kalau kita bangga dengan kepercayaan yang telah diberikan kepada kita, ada baiknya kita berhati-hati dengan itu semua. Mengapa? Sebab, dengan kebanggaan yang kita rasakan, jika kita tidak mampu mengontrol diri, maka kepercayaan itu akan menjadi bumerang bagi diri kita.
Seseorang yang menganggap kepercayaan itu sebuah kebanggaan, secara tidak sadar menanamkan rasa kesombongan dan keangkuhan dalam dirinya. Sehingga suatu saat pasti pasti akan terjerumus dalam kebanggan itu. Kalau sudah muncul rasa angkuh dan sombong, maka ia akan meremehkan hal-hal kecil yang tidak dianggap penting. Padahal kekokohan suatu bangunan adalah dimulai dari bawah, dari hal-hal terkecil.
Kebanggaan dan keangkuhan itu semakin membuatnya ceroboh dan tidak hati-hati dalam melakukan berbagai tindakan. Tak ayal lagi, kepercayaan yang seharusnya dijunjung tinggi dan dilaksanakan dengan baik malah dibuat main-main dan diremehkan. Dari sini berapa harga kerpercayaan itu?!!
Sedangkan bagi kita yang menganggap sebuah kepercayaan adalah sebuah beban yang harus dipertanggungjawabkan, maka diri kita adalah termasuk orang-orang yang selalu berhati-hati dalam bertindak. Dan orang yang berhati-hati dalam setiap tindakan yang ia lakukan, niscaya akan menjadi orang-orang yang selamat.
Namun demikian, kalau kita mau jujur, sebenarnya dalam setiap kepercayaan yang diberikan kepada kita, pastilah dalam benak dan perasaan kita muncul sebuah kebanggaan. Tapi di sisi lain juga muncul perasaan terbebani dan tanggungjawab kepada pemberi kepercayaan. Dari dua kondisi itu, tinggal bagaimana kita mau menyikapinya dengan arif, cerdas, dan tentunya akan tetap terjaga rasa kepercayaan tersebut.
Kalau kita terbenam dengan rasa bangga yang berlebihan, tunggulah saat-saat kehancuran kita. Tidak akan ada lagi orang yang akan mempercayai kita dalam tiap kesempatan. Sedangkan kalau kita mampu mengendalikan rasa bangga itu dan menjadikannya sebuah beban yang harus dipertanggungjawabkan, kepercayaan orang lain terhadap kita akan terus terpelihara.
Kini hanya kita yang bisa menjawab, berapa harga sebuah kepercayaan bagi kita?