Wednesday, April 4, 2007

Help me..

Aduh…komputer ku kacau, gara-gara virus yang menamakan dirinya dengan BLUE FANTASY. Saya akui anda pembuat sang virus ini pandai, tapi alangkah baiknya kalau anda gunakan untuk hal yang positif gitu…Wah emang ga’ habis pikir sih, kenapa juga tangan anda dikotori dengan mengganggu kenyamanan orang lain. Emang virus yang anda buat itu ga sampe merusak file dan data-data saya. Tapi keberadaannya sudah sangat mengganggu. 

buat sobat yang punya tips buat ngilangi virus ini saya tunggu bantuannya, coz dah saya coba berkali-kali untuk menghilangkannya, tapi belum berhasil. Thanks sebelumnya, en buat yang bikin virus moga tobat dech… 

Posted by opix at 06:42:55 | Permalink | No Comments »

–Untuk Seseorang yang selalu aku sayangi namun tak akan pernah aku miliki–

Memang…..Kalau dirunut dari awal mula kita bertemu, semua terasa panjang. Kamu adalah teman masa kecilku, teman sepermainanku, dan teman satu sekolah denganku. Aku tak bisa melupakan semua itu….
Memang….Kamu dan aku hanyalah manusia biasa yang memiliki banyak kelemahan, kita tak bisa memungkiri semua itu. Kelemahan batin, kelemahan emosi, kelemahan sikap dan berbagai kelemahan lain yang tidak akan pernah menjadi sempurna. Itulah kenyataan…

Memang….Kita sejak lama saling mengenal. Dan tanpa tahu siapa yang memulai, tanpa tahu semua itu berasal dari mana, dan tanpa tahu untuk apa. Aku, kamu….Saling berbagi, bercerita, saling menerima kekurangan, dan tidak terasa pula aku akan merasa sangat kehilangan jika kamu tiada, jika kita lama tak saling bertemu, aku merasakan satu kerinduan yang mendalam.
Memang….Perasaan ini muncul tanpa ada yang mengomando, tanpa ada yang memaksa dan memerintah, tapi perasaan ini tulus dari dalam hatiku. Sejak dahulu hingga detik ini perasaan sayang ini tak akan pernah sirna. Walau pun kini tiada lagi kesempatan bagiku untuk mu. Aku sadar…Seratus persen sadar akan semua yang terjadi. Tapi harapan atasmu selalu ku panjatkan kepada-Nya. Mungkin kamu juga mengerti akan semua ini. Tapi, aku tak yakin kamu akan bisa melewatinya.

Memang….Ini semua sudah jalan yang ditentukan oleh-Nya. Tak ada yang tahu akan maksud yang dibawanya. Hanya doa yang dapat kupanjatkan buatmu…Buat kita…

Tapi….Satu yang tak ingin ku dengar darimu, kekecewaan dan keterpaksaan. Aku sungguh sakit jika mendengarnya, aku ingin membawamu keluar dari semua kekacauan ini, tapi apa yang bisa kuperbuat? Sungguh aku tak berdaya dengan keadaan ini. Aku tak bisa membohongi diri ini, kalau perasaan sayang ini tak akan pernah bisa hilang buatmu, meskipun kita tak lagi bersama.

Memang….selama ini aku hanya bisa memendam, memendam, dan memendam perasaan ini. Tapi, sekuat apapun kucoba, aku hanyalah manusia yang penuh kelemahan-kelemahan. Oleh sebab itu, melalui tulisan ini kucoba ungkapkan segala perasaan yang mengganjal dalam tiap relung hatiku.

Buat kamu…Sayang ini, rindu dan cinta ini. Mudah-mudahan semuanya akan menuju pada jalan terbaik…AKU SELALU MENYAYANGIMU….

Posted by opix at 06:04:11 | Permalink | No Comments »

Ciri Orang Sehat Secara Psikologis

Orang-orang sukses memiliki persamaan kepribadian dengan orang-orang yang sehat secara psikologis. Menurut Maltz, ada empat ciri orang sehat secara psikologis :
1. Orang yang sehat secara psikologis mengontrol kehidupan mereka secara sadar. Walaupun tidak selalu rasional, orang-orang ini mampu secara sadar mengatur tingkah laku dan bertanggungjawab terhadap nasib mereka sendiri. Karenanya, mereka tidak suka menyalahkan orang lain (lingkungan) dan mengkambing hitamkannya.
2. Orang yang sehat secaar psikologis mengetahui diri mereka apa dan siapa. Mereka menyadari kekuatan dan kelemahan, kebaikan dan keburukan mereka, dan umumnya mereka sabar dan menerima hal-hal tersebut. Mereka tak berkeinginan menjadi sesuatu yang bukan mereka. Meski mereka dapt memainkan peranan–peranan sosial untuk memenuhi tuntutan-tuntutan orang lain ata situasi, namun mereka tidak mengacau balaukan peranan-peranan ini dengan diri mereka yang sebenarnya.
3. Mereka bersandar kuat pada masa kini. Meski para ahli teori itu percaya bahwa kita tidak kebal terhadap pengaruh-pengaruh masa lampau (khususnya kanak-kanak), namun tidak seorang pun mengatakan bahwa kita tetap dibentuk oleh pengalaman-pengalaman awal (sblm usia 5 th). Pada sisi lain mereka memandang masa depan sebagai sesuatu yang sangat penting, tetapi tidak mengganti masa kini dengan masa depan.
4. Orang yangsehat secara psikologis tidak merindukan ketengan dan kestabilan, tetapi mendambakan tantangan dan kegembiraan dalam kehidupan, tujuan-tujuan baru dan pengalaman-pengalaman baru.(opix)
Posted by opix at 05:59:01 | Permalink | No Comments »

Proses Menuju Kedewasaan

<img align=”left” src=”http://amadeo.blog.com/repository/840367/1881208.gif />Tiap manusia pasti akan melalui tiga proses kehidupan ini, yaitu : lahir, tumbuh dan mati. Dari lahir sampai menuju kematian tersebut manusia akan melewati beberapa tahap kehidupan yang kesemuanya memiliki proses berbeda-beda. Proses kelahiran merupakan tahap awal manusia mengetahui alam dunia yang penuh hiruk pikuk dan tipu daya ini. Kemudian, ia akan tumbuh menjadi kanak-kanak, yaitu masa yang menurut sebagian besar orang sangat menyenangkan. Kita masih belum memiliki tanggungjawab, beban, atau pun seabrek persoalan hidup ini. Sebagian besar waktu, kita gunakan untuk bermain, bercanda, belajar bersama teman-teman sebaya tanpa ada beban. Sungguh sangat menyenangkan kalau ingat masa kanak-kanak dulu, meskipun dapat kita pahami tidak semua anak dapat menikmati masa kanak-kanaknya dengan berbagai aktifitas seperti itu. Namun, tidak seorangpun yang menyangkal bahwa memang masa itu adalah masa dimana seseorang belum memiliki segala tanggungan hidup.

Setelah proses kanak-kanak, manusia juga melalui proses –yang dapat disebut masa transisi—dalam bahasa manusia, disebut remaja. Pada masa inilah, manusia banyak mengalami dilema, konflik intern, dan banyak hal yang sebagian besar dari manusia dalam proses ini belum bisa mengatasi problem mereka dengan baik, walaupun mereka sudah sedikit banyak mampu untuk memilah dan menyaring permasalahan yang ada. Pada masa transisi inilah manusia terus mencoba berbagai hal yang belum pernah dilakukannya, rasa keingintahuan yang sangat besar terhadap susuatu. Kalau mereka tidak memiliki iman yang kuat, maka tak ayal lagi ia bisa terjerumus ke dalam hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma di masyarakat. Inilah yang harus diwaspadai oleh setiap inidividu dan para orang tua dalam mendidik anaknya. Proses ini juga—kita sering menyebutnya—sebagai proses pencarian jati diri. Entah apa yang di maksud dengan pencarian jati diri ini? Namun, kenyataan di masyarakat mereka yang memasuki usia ini, memang belum sepenuhnya memiliki tanggungjawab dan mampu bertanggungjawab. Keadaan selama masa kanak-kanak masih sangat berpengaruh besar terhadap pola pikir mereka. Tapi, mereka juga tak mau dikatakan anak kecil…! Repot juga. Disinilah orang tua harus bijak mengarahkan anak-anaknya.

Masa kanak-kanak dan remaja telah terlewati. Menujulah ia ke masa kedewasaan. Bagaimana seseorang dapat dikatakan dewasa? Apakah ia orang yang sudah berumahtangga dan mempunyai anak banyak? Apakah ia orang yang sudah berumur tua, tiga puluh atau empat puluh tahun ke atas? Ataukah mereka yang memiliki sederet gelar akademis dari berbagai universitas?
Sebenarnya saya sendiri pun tak dapat menjawab dengan pasti. Tapi menurut saya, kedewasaan seseorang tidak dapat diukur dari berbagai kriteria yang disebutkan di atas. Dewasa tidak harus dia sudah berumahtangga dan memiliki banyak anak. Dewasa tidak harus orang yang sudah berumur. Dewasa tak harus orang yang memiliki sederet gelar akademis.

Dewasa adalah mereka yang mampu berpikir bijak, arif dan berpandangan ke depan. Ia mampu menempatkan sesuatu sesuai dengan fungsi dan porsinya masing-masing. Dewasa adalah mereka yang mampu memahami jalannya kehidupan ini. Karena manusia tidak hanya hidup, tapi mengarungi kehidupan. Dan mengarungi kehidupan lebih susah ketimbang hanya bertahan hidup. Mereka yang dewasa akan selalu memikirkan kehidupan ini, kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Serta kehidupan seluruh alam semesta dan lingkungan. Manusia yang berumur belum tentu dapat berpikir dewasa, bahkan kadang-kadang mereka bisa berbuat lebih tolol daripada mereka yang berada di bawahnya.

Kedewasaan tidaklah datang dengan sendirinya. Ia akan datang jika manusia mau memahami arti kehidupan ini. Mereka yang mau belajar dan belajar untuk memahami dan mengerti setiap kejadian yang menimpa dirinya, saya yakin kedewasaan sikap, pola pikir, tingkah laku, wawasan dan pengambilan keputusan akan ada pada pribadinya. Sekarang yang menjadi pertanyaan saya adalah, apakah saya dan anda yang sedang membaca tulisan ini mampu untuk menjadi dewasa? Sampai dimanakah kita bisa memaknai tiap kejadian yang menimpa kita? Kalau mau jujur terhadap diri sendiri, memang sulit untuk bisa mencapai itu semua. Namun, sepanjang usia masih tersisa berusaha untuk mencapai kedewasaan itu adalah jalan terbaik. Semoga bermanfaat…!

Posted by opix at 05:52:21 | Permalink | No Comments »