Monday, April 2, 2007

Salam Kenal…

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam kenal buat semua…!
Ini pertama kalinya saya membuat blog ini…he…he…he…ketinggalan jaman baget dech…. :)
Tapi berawal dari sini saya mencoba merambah dunia yang dapat dikatakan begitu luas, kadangkala juga bisa menjadi begitu sempit. Waduh…emang dasar manusia, ga pernah ada puasnya, kalo saya bilang. Tul ga’?
Kembali pada semua hal yang berhubungan dengan dunia ini, yang sudah saya katakan sebelumnya, kadangkala terasa amat luas hingga dalam pikiran kita terasa tidak akan pernah dapat mengetahui semuanya–tapi emang kebanyakan seperti itu ci–tapi kadangkala terasa amat sempit, sempiiit banget hingga kita merasa gerah berada di dalamnya, dan maunya tu pengen banget keluar angkasa sana, ato kalo pengen lebih ekstrem lagi pengennya malah koit aja dari ni dunia. Ih…ngeri deh kalo ampe punya pikiran kayak gitu.
Emang itulah kenyataan yang akan, sedang, atau sudah kita lalui. Semua manusia pasti mengalami itu (ngomong apaan ci….dari tadi koq muter-muter aja, ga’ paham tau??!). Begini, smua pasti dah ngerasain hidup (ya iyalah…emang lu yang nulis ini pa ga idup?!), maksud ana dalam hidup ini pastilah ada dua sisi yang berlainan dan bertolak belakang. Ada baik vs buruk, ada ganteng vs buruk juga and ada cantik vs buruk lagi….hehehe. yach kuranglebih gitulah maksud aku. Semua pasti dah pernah ngalamin hal-hal yang nyenengin, agak nyenengin ato sangat, sangat nyenengin. Atau bahkan merasakan hal yang amatttttttttttttttt menyakitkan. Aku yakin semuuuuaa pasti pernah ngalaminnya, ya ga’?
Oleh sebab itu, saya nulis ini, buat saya sendiri khususnya, dan orang lain yang mau baca tulisan ini tentunya. Semoga bermanfaat…!
Saya punya pengalaman dari beberapa teman yang pernah mempunyai masalah mengenai kehidupannya, ada yang masalah keluarga, pacar, suami ato istri, dan banyak macem yang lain. Emang semuanya begitu kompleks kalo dipikir dengan akal saja. Di sinilah saya mau meguraikan sedikit yang ada dalam diri manusia, yaitu HATI.
Manusia dilahirkan ke dunia ini dengan fitrahnya sebagai manusia suci, fitrah yang memiliki kepribadian baik, positive thinking dan seabrek potensi positive lainnya. Namun, dalam perjalanan hidup yang penuh liku, semua potensi positif yang ada dapat teracuni oleh berbagai hal negatif selama menempuh perjalanan hidup ini. Dari pengalaman beberapa teman itulah saya menemukan betapa berharga dan sangat ampuhnya senjata yang bernama hati ini.
Dari teman-teman itulah saya–saat ini dan untuk seterusnya–belajar, belajar dan belajar untuk memahami pengaruh hati ini terhadapa segala aspek hidup yang saya jalani. Dan selama saya memperoleh cerita dan pengalaman dari rekan-rekan itu, dapat saya simpulkan, betapa berat dan rumitnya suatu masalah, kuncinya ada pada diri kita sendiri. Kita yang mengetahui masalah itu, bukan orang lain, dan kitalah yang bisa meraba, menganalisis, dan untuk akhirnya mengakhiri semua persoalan yang sedang kita hadapi. Ya…hanya satu kunci semuanya, dengan kejernihan hati, kejernihan pikiran, semuanya Insya Allah dapat kita atasi. Karena hati adalah letak segala kebenaran, disanalah hakikat kebenaran yang Sesungguhnya berada.
Kita mungkin pernah melakukan banyak kebohongan. Jangankan pada orang lain, pada diri sendiri pun, kita bahkan sering melakukannya. Disaat seperti itulah sebenarnya hati kita terus menerus mengingatkan, menolak, dan menentang aktivitas yang kita perbuat tersebut. Namun, dengan bermacam alasan yang kadang kala sangat tidak beralasan, kita mencoba menipu diri kita sendiri. Kita sering, bahkan hampir tidak pernah mendengarkan suara hati kita yang menjerit keras, menjerit dengan semua kemampuan yang ia miliki untuk menuntun, mengantar kita kembali ke jalur yang semestinya. Tapi itu semua sia-sia, kita yang sudah terlalu beku membuatnya hanya bisa menjerit dan menjerit untuk kembali tidak didengarkan oleh kita.
Hati adalah kontrol bagi diri dan sikap kita. Ia mampu melihat dan merasakan apa yang tidak bisa dirasakan oleh panca indera kita. Tak ada satupun kontrol yang lebih kuat daripada suara hati kita. Maka asahlah ia, dengarkan ia, Insya Allah hidup ini, perjalanan ini akan senantiasa berjalan di atas rel yang sesungguhnya. Semoga kita menjadi hamba-hamba yang terselamatkan. Amin.

opix
Monday, April 02, 2007
*BTW diawal tulisan agak slengekan, tapi di akhir tulisan ko’ berat banget yach…???

Posted by opix at 09:22:35 | Permalink | No Comments »